Wisata Sejuk di Area Bekas Tambang

Wisata Sejuk di Area Bekas Tambang

Wisata Sejuk di Area Bekas Tambang
Wisata Sejuk di Area Bekas Tambang

Siapa bilang area bekas tambang indenting dengan tempat yang gersang. Hal tersebut tidak berlaku pada Desa Wisata Cibuntu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Desa tersebut menjadi tempat asri yang asyik untuk dikunjungi bersama para sanak keluarga, baik untuk sekadar melepas jenuh, maupun mempelajari mengenal kebudayaan Sunda. 

Wilayah desa Cibuntu terletak di kawasan dataran tinggi, kaki Gunung Ciremai dengan suasana khas pedesaan yang meneduhkan serta kearifan lokalnya, sangat ramah untuk pendatang.

Desa tersebut menjadi lokasi wisata sejak tahun 2012 silam, pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.

Seperti pagelaran budaya, situs purbakala, makanan tradisional hingga tempat penginapan yang bisa dijadikan sebagai homestay.

Yang menarik dari desa wisata yang terletak di sebelah barat Kuningan kota tersebut, ialah masyarakatnya sangat menjaga kondisi alam.

Penjagaan tersebut dimaksudkan untuk menarik minat para wisatawan yang sedang berkunjung, agar bisa lebih menikmati suasana asrinya.

Seperti dikutip dari berdesa.com, Awam, selaku Kepala Desa di Cibuntu mengungkapkan jika keasrian lokasi wisata di Cibuntu akan terus dijaga.

Melalui semangat kekompakan masyarakatnya, Awam optimis dapat mengembangkan wisata daerahnya itu jadi lebih maju.

Memiliki Konsep Sapta Pesona

Menurut Awam, di desanya terdapat semangat pelayanan pengunjung yang diwujudkan ke dalam konsep bernama Sapta Pesona.

Baca Juga: Diversifikasi Kokohkan Kinerja Perusahaan Induk Petrosea

Ia mengungkapkan Sapta Pesona merupakan komitmen dari masyarakat setempat untuk memberikan rasa nyaman kepada pengunjung, melalui tujuh unsur yakni aman, tertib, indah, rama tamah dan kenangan.

“Desa Wisata Cibuntu yang memiliki daya tarik bukan karena hiasan saja yang mempercantiknya, namun juga mengedepankan konsep Sapta Pesona dalam menarik wisatawan,” kata Kepala Desa Cibuntu Awam di Kuningan, Sabtu (29/8), dilansir dari Antara.

Bekas Kawasan Tambang

Di kawasan yang berjarak 30 km dari Kota Cirebon tersebut, merupakan bekas kawasan tambang yang dikelola baik oleh masyarakat sekitar.

Karena perawatan itu, tidak ada kerusakan yang parah akibat kegiatan tambang di masa lampau.

Awam mengungkapkan, kawasannya dahulu merupakan bekas galian C, meliputi nitrat, fosfat, asbes, talk, grafit, pasir kuarsa, kaolin, feldspar, marmer, pasir.

Karena dampak yang ditimbulkan sangat besar, akhirnya masyarakat sepakat untuk memperbaikinya.

“Kawasan Desa Wisata Cibuntu ini sangat dijaga baik kelestariannya dan tetap dikelola oleh pihak lokal secara tradisional,” tuturnya.

Memiliki Beragam Situs Purbakala hingga Mata Air Alami

Sembari menikmati suasana alam yang menyejukkan, pengunjung juga bisa mengunjungi beberapa situs purbakala yang terdapat di Cibuntu.

Diduga, situs tersebut merupakan peninggalan zaman megalitikum seperti situs Bujal Dayeuh, serta melihat peralatan sisa purbakala seperti batu dan giok.

Di Cibuntu, juga terdapat beberapa mata air alami yang bisa digunakan untuk menyegarkan diri, seperti Curug Gonseng, hingga mata air Sumber Kahuripan.

Dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Terbaik

Lokasi yang juga terkenal dengan sebutan ‘Kampung Kambing’ tersebut beberapa kali meraih prestasi.

Seperti kategori destinasi terbaik lima besar se-ASEAN, di bidang homestay pada tahun 2016.

Satu tahun kemudian, tepatnya di 2017 Cibuntu juga kembali menyabet penghargaan sebagai desa wisata terbaik dalam ajang Community Based Tourist.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata Indonesia.