Waspada! Harga Batu Bara Tinggi bisa Terkoreksi Tajam

Must read

Harga batu bara bara termal acuan ICE Newcastle yang sempat menguat di level US$ 91,85/ton pada pekan perdagangan kemarin akhirnya terkoreksi menjadi US$ 91,75/ton.

Tercatat bahwa harga kontrak batu bara yang aktif diperjualbelikan di bursa kemarin berjangka turun tipis 0,11%. 

Sebetulnya tren harga batu bara sebelum terkoreksi terbilang stabil di rentang US$ 85 – US$ 90 ditopang oleh berbagai faktor.

Mulai dari prospek pemulihan ekonomi hingga ketatnya pasokan batu bara China yang membuat kebijakan impornya lebih longgar.

Kendati demikian, tren koreksi harga kemarin bisa jadi pertanda awal penurunan harga secara temporer.

Namun, hal itu akan itu tidak akan terjadi apabila harga batu bara domestik China semakin meningkat. 

Harga batu bara Newcastle yang naik di atas tahun 2020 juga mendorong peningkatan harga batu bara acuan (HBA) RI.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), HBA pada Januari 2021 sebesar US$ 75,84/ton lalu melesat menjadi US$ 87,79/ton pada Februari, dan turun di Maret menjadi US$ 84,47/ton.

Namun apabila dihitung satu kuartal penuh, produksi batu bara nasional mengalami penurunan sebesar 4,12% di tiga bulan pertama tahun 2021.

Jumlah produksi tahun 2021 menjadi 143,69 juta ton dari 149,88 juta ton pada kuartal I 2020.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, turunnya produksi batu bara di kuartal I 2021 dikarenakan faktor cuaca buruk. 

“Sebagian wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) juga banjir. Ini yang berpengaruh terhadap produksi batu bara,”  terangnya pada Selasa(04/05/2021).

Baca Juga: Saham Petrosea Naik! Lo Kheng Hong Panen Rp17 M

Lebih lanjut, ia menilai, penurunan produksi di awal tahun sudah menjadi tren dari tahun ke tahun. Menurutnya, biasanya di kuartal I, faktor cuaca menjadi penghambat laju produksi batu bara.

“Jika melihat tren produksi, biasanya di kuartal I di tahun-tahun sebelumnya, tingkat produksi lebih rendah karena memang disebabkan oleh faktor cuaca,” pungkasnya.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article