Virus Corona Tekan Harga Batu Bara

Must read

Harga batu bara ditutup melemah pada penutupan perdagangan pekan lalu, (28/2/2020). Aktivitas manufaktur China yang tertekan hebat akibat wabah virus corona menjadi sentimen negatif untuk perdagangan komoditas batu bara.

Virus_Corona_Tekan_Harga_Batu_Bara

Harga batu bara kontrak berjangka ICE Newcastle ditutup di US$ 66,4 /ton atau melemah 0,75% dibanding posisi penutupan hari sebelumnya. Harga batu bara masih dibayangi oleh sentimen merebaknya virus corona, Jumat (28/2/2020).

Virus corona yang kini bernama COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan akhir tahun lalu dan kini masih menjangkiti China. Lonjakan kasus terjadi di China jelang libur panjang tahun baru imlek. Akibatnya libur yang sudah panjang sempat diperpanjang dan mengganggu aktivitas perekonomian terutama untuk sektor manufaktur.

Baca Juga : “Kontraktor Tambang Kebut Volume Produksi Batu Bara”

Biro statistik nasional China mengumumkan angka PMI manufaktur Tiongkok pada Februari berada di 35,7 lebih rendah dari bulan sebelumnya di angka 50 dan jauh lebih rendah dari perkiraan konsensus pasar di angka 46 pada Sabtu, (29/2/2020).

Sementara itu angka PMI manufaktur China untuk bulan lalu versi Caixin juga menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan. Angka PMI manufaktur versi Caixin untuk bulan Februari secara aktual perada di 40,3 sementara konsensus memperkirakan berada di angka 45,7. Angka PMI di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.

Walau aktivitas produksi China sudah berangsur pulih, tetapi sampai saat ini aktivitas operasinya masih berada di bawah kapasitas normal. Reuters melaporkan, pabrik-pabrik di China tengah mengalami kesulitan untuk menemukan pekerja pasca libur tahun baru imlek karena wabah corona. Hal ini turut memperlambat pemulihan sektor manufaktur negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu.

Reuters melaporkan persediaan baja di China sebagai produsen sekaligus penjual produk baja terbesar di dunia mengalami kenaikan.

Dalam wawancara bersama Reuters,  Katsurhiro Myamoto selaku Executive Vice President Nippon Steel mengatakan stok baja di China naik 30% pada Februari dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article