Urgensi Hilirisasi Komoditas Batu Bara

Urgensi Hilirisasi Komoditas Batu Bara

Urgensi Hilirisasi Komoditas Batu Bara
Urgensi Hilirisasi Komoditas Batu Bara

Demi menjaga pertumbuhan industri batubara domestik, langkah hilirisasi harus ditempuh semua pihak dalam industri batubara.

Meningkatkan nilai tambah dari segi ekonomi adalah manfaat paling real yang dapat langsung dirasakan oleh semua kalangan dari terealisasinya kibijakan hilirisasi. 

Industri pertambangan dalam negeri dalam keadaan mengalami pergeseran tren komoditas unggulan.

Pergeseran tersebut terjadi pada komoditas unggulan seperti batubara dengan skala nilai ekspor tinggi.

Dunia kini sedang terpikat dengan komoditas tambang lain yaitu nikel, seiring dengan peralihan dunia yang mulai mendorong bahan bakar fosil ke listrik.

Peneliti dari Alpha Research Database Indonesia menyebut komoditas batubara mungkin akan meredup jika tata kelola hilirisasi batubara tidak segera diperbaiki.

Apalagi adanya wabah pandemi saat ini, turut melemahkan serapan produk batubara baik dalam maupun luar negeri karena turunnya konsumsi.

Faktor lain yang semakin memberikan tambahan tekanan juga berasal dari kebijakan negara-negara luar, seperti negara di Eropa yang mulai beralih pada penggunaan energi bersih dan terbarukan.

Kebijakan hilirisasi untuk batubara bisa menjadi solusi terbaik bagi para pengusaha tambang batubara dalam memecahkan masalah ini.

Meski demikian, dibutuhkan pemikiran revolusioner dan inovatif dari perusahaan batubara, khususnya dalam pengolahan.

Tuntutan untuk memikirkan industri batubara di masa depan, bisa dijembatani dengan hadirnya hilirisasi ini.

Industri pengolahan dalam kebijakan hilirisasi batubara bisa dijadikan sebagai momen kebangkitan. Meski hasilnya baru bisa benar-benar dirasakan pada 3 hingga 5 tahun mendatang.

Misalnya, seperti pengolahan gasifikasi batubara. Saat ini gas yang menjadi bahan utama untuk Liquid Petroleum Gas (LPG) sebanyak 70 persen masih mengandalkan impor dari negara lain.

Baca Juga: Perusahaan Batu Bara Ajukan IUPK

Sehingga jika proyek gasifikasi ini bisa dijalankan dengan lancar, maka bisa menjadi harapan baru bagi industri batubara tanah air.

Dengan adanya gasifikasi batubara sebagai bahan bakar LPG, dampak yang dihasilkan akan benar-benar sangat signifikan.

Tentunya dampak itu akan secara langsung bisa dirasakan dalam penerimaan negara dan juga penurunan dari defisit APBN yang selama ini masih dialami.