Upaya Industri Tambang Demi Mendukung Energi Hijau!

Must read

Di tengah isu transisi energi dari energi fosil menjadi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang semakin disuarakan, industri tambang telah menyiapkan berbagai upaya demi mendukung transisi energi hijau. 

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia menyampaikan, industri tambang tengah mengembangkan penggunaan biofuel B100 sebagai pengganti biofuel B30 yang sekarang masih tengah digunakan.

Selain penggunaan biofuel, industri tambang juga kini telah memakai solar pv untuk beberapa lahan reklamasi atau lokasi tambang.

Teknologi mekanis ini mendukung pelaksanaan transisi energi hijau karena mengurangi karbon sustain, sekaligus lebih efisien. 

Upaya industri tambang dalam transisi menuju energi hijau juga dilakukan dengan upaya percepatan reklamasi yang berpengaruh penting terhadap pengurangan deforestasi sehingga berkontribusi pada pengurangan karbon. 

Upaya lainnya juga dilakukan dengan pelaku usaha termasuk untuk menjaga generalisasi batubara.

Sehingga, transisi energi hijau diharapkan bisa mendorong perekonomian dalam investasi yang lebih baik. 

Baca Juga: Inilah Strategi Petrosea Menghadapi Tantangan Masa Depan!

Tidak jarang, industri tambang juga menjajaki bisnis EBT dan manajemen karbon melalui proyek-proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di lahan bekas tambang.

Mereka melihat potensi dari lahan bekas tambang yang bisa dikembangkan menuju transisi energi hijau sekaligus mendatangkan investasi yang menguntungkan. 

Di tengah berbagai upaya yang untuk transisi energi hijau, industri tambang berharap mendapatkan dukungan dari pemerintah seperti beberapa paket kebijakan dan regulasi termasuk royalti zero percent, yang dapat mendorong investasi dalam sektor tambang menjadi lebih baik.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article