Uni Eropa Terapkan Bea Masuk Antidumping Baja Nirkarat RI

Uni Eropa Terapkan Bea Masuk Antidumping Baja Nirkarat RI

Uni-Eropa-Terapkan-Bea-Masuk-Antidumping-Baja-Nirkarat-RI
Uni Eropa Terapkan Bea Masuk Antidumping Baja Nirkarat RI

Bea masuk terhadap baja nirkarat hot-rolled dalam bentuk gulungan dan lembaran itu termasuk 17 persen atas pengiriman dari dua perusahaan Indonesia.

Keduanya merupakan anak perusahaan China Tshinghan Holidng Group. Ekspansi bisnis yang cepat serta ongkos produksi murah di Indonesia membuat para produsen Uni Eropa cemas.

Komisi Uni Eropa (UE) resmi memberlakukan bea masuk antidumping sementara pada beberapa produk baja nirkarat (stainless steel) dari Cina, Taiwan dan Indonesia.

Kebijakan yang berlaku sejak Selasa (7/4) ini diambil setelah UE melakukan penyelidikan mengenai impor murah selama hampir delapan bulan.

Saingan Tshinghan seperti Shanxi Taigang Stainless Steel Co dan tiga afiliasi tercatat dikenakan bea masuk tertinggi, yakni 18,9 persen.

Sementara, perusahaan daratan Cina lainnya berada di tingkat 14,5 persen dan 17,4 persen. Bea masuk dari Taiwan jauh lebih rendah, berkisar antara enam persen hingga 7,5 persen.

Penerapan bea masuk diharapkan akan mengembalikan kondisi perdagangan yang adil sekaligus mengakhiri depresi harga.

Sehingga mampu membantu industri UE untuk kembali pulih. Dampaknya, industri di UE mengalami penurunan profit secara serius.

Komisi UE mengatakan, sudah menerima balasan untuk kuisioner yang ditujukan pada dua produsen Indonesia.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terus Ambles, Akankah China Intervensi?

“Kedua produsen pengekspor gagal menyediakan struktur grup dalam skala dunia dalam balasan kuisioner mereka maupun saat kunjungan verifikasi,” tulis Komisi UE dalam laporannya.

Komisi UE memberikan kesempatan kepada dunia usaha terkait untuk mengirimkan komentar tertulis dalam waktu 15 hari kalender. Dalam lima hari kalender, pihak terkait juga berhak mengajukan persidangan.