Umur Batubara Indonesia Tinggal 62 Tahun Lagi

Umur Batubara Indonesia Tinggal 62 Tahun Lagi

Umur Batubara Indonesia Tinggal  62 Tahun Lagi
Umur Batubara Indonesia Tinggal 62 Tahun Lagi

Potensi cadangan batu bara Indonesia memang melimpah, tapi energi utama pembangkit listrik Indonesia tersebut tidaklah abadi.

Batu bara memiliki umur, dan umur yang bisa habis sewaktu-waktu.

Tercatat, menurut Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cadangan batu bara Indonesia masih cukup untuk dimanfaatkan selama 62 tahun ke depan.

Umur 62 tahun merupakan angka yang diperoleh melalui asumsi ada produksi batu bara 625 juta metrik ton per tahun yang saat ini menjadi estimasi produksi pada 2023.

Angka tersebut kemudian diproyeksikan sebagai estimasi cadangan serta sebara lama kebermanfaatan batu bara dapat Indonesia nikmati.

“Kalau (produksi) 625 juta metrik ton, itu 62 tahun,” ucap Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI

Sujatmiko menyatakan saat ini cadangan batu bara Indonesia berada di angka 37 miliar ton.

Angka itu merupakan perhitungan Badan Geologi sebagai nilai yang sudah bisa ditambang langsung dan menjadi cadangan yang aktif. 

Jumlah cadangan diperkirakan masih lebih besar lagi. Angka sumber daya batubara Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 147 miliar.

Adapun pada tahun 2020 sendiri, target produksi batubara Indonesia berada di angka 550 juta ton.

Sekitar 395 juta ton akan diekspor dan 155 juta ton dikonsumsi dalam negeri. 

Baca Juga: Percepatan Hilirisasi LTJ Demi Ekonomi RI

Pada 2021 nanti target produksi menjadi 609 juta ton (441 juta ton ekspor dan 168 juta ton untuk domestik).

Angka ini terus naik menjadi 618 juta ton 2022 (441 juta ton ekspor dan 177 juta ton domestik). 625 juta ton di 2023 (441 juta ton ekspor dan 184 juta ton domestik).

Lalu menjadi 626 juta ton di tahun 2024 dengan rincian 441 juta ton ekspor dan 187 juta ton domestik.