Tumbuhan Asli Papua Untuk Restorasi Lahan Bekas Tambang

Tumbuhan Asli Papua Untuk Restorasi Lahan Bekas Tambang

Tumbuhan Asli Papua Untuk Restorasi Lahan Bekas Tambang
Tumbuhan Asli Papua Untuk Restorasi Lahan Bekas Tambang

Restorasi lahan bekas tambang menjadi aturan yang harus dipenuhi oleh setiap perusahaan tambang.

Atas dasar aturan tersebut PT. Freeport Indonesia (PTFI) berupaya dengan penuh kesungguhan melakukan restorasi pada lahan bekas tambang emas mereka.

PT. Freeport Indonesia (PTFI)  berupaya merestorasi lahan dengan menggunakan asli Papua pada lahan bekas tambang di sekitar Grasberg.

Proses restorasi terus dijaga, agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai area konservasi yang memadai bagi flora dan habitat yang aman bagi berbagai jenis satwa liar. 

General Superintendent of Highland Reclamation and Monitoring PT. Freeport Indonesia, Pratita Puradyatmika, menjelaskan upaya restorasi lahan bekas tambang yang telah berlangsung sejak awal masa operasional Grasberg, mendapatkan dukungan dari akademisi dan pakar lingkungan.

Seperti Fakultas Pertanian Universitas Papua (FAPERTA UNIPA) dan Pusat Studi Reklamasi Tambang Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dukungan itu diberikan melalui pelaksanaan sejumlah penelitian. 

Lokasi Grasberg yang berada di ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut, ujar Pratita, membuat area ini memiliki ekosistem alami yang belum tentu dapat dijumpai di daerah lain.

Seperti didominasi oleh padang rumput dan dilengkapi tumbuhan semak serta herba eksotis.  

“Konservasi plasma nutfah telah membantu kami melakukan upaya restorasi kawasan bekas tambang Grasberg di dataran tinggi dengan lebih optimal. Mengingat membudidayakan tanaman dari dataran rendah sangat sulit dilakukan di Grasberg. Kami berharap, tambang terbuka Grasberg yang telah kami tutup dapat kembali pulih dan menjadi ekosistem yang sehat bagi flora dan fauna,” ujarnya melalui pernyataan tertulis, Rabu (9/9).

Baca Juga: Bank Dunia Dorong EBT di Indonesia

Menurut Pratita, dengan ketinggian dataran dan karakteristik tersebut, tantangan untuk merestorasi kondisi ekologi lingkungan semakin meningkat.