Total 54 Perusahaan Batu Bara Siap Penuhi Kebutuhan PLN

54 Perusahaan Batu Bara Siap Penuhi Kebutuhan PLN
54 Perusahaan Batu Bara Siap Penuhi Kebutuhan PLN

Sebanyak 54 perusahaan batu bara disebut siap berkomitmen untuk penuhi kebutuhan batu bara ke pembangkit listrik PT PLN (Persero) sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani. 

Komitmen ke 54 perusahaan tersebut menyusul menipisnya pasokan batu bara di pembangkit PLN yang disebabkan cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini. 

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin mengatakan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di daerah penghasil batu bara, terutama Kalimantan Selatan, telah mengganggu kegiatan operasi penambangan dan pengiriman batu bara ke PLN.  Akibatnya, sejumlah PLTU di Jawa mengalami kekurangan pasokan.    

“Yang terkendala tidak semua langsung ke operasi penambangan, tapi infrastruktur jalan dan sungai sehingga pasokan bahan bakar untuk operasi tambang terkendala. Truk-truk pengangkutnya juga terkendala,” ujar Ridwan pada Rabu (27/1/2021)

Menurut Ridwan, sejauh ini sudah ada 4 perusahaan batu bara di Kalimantan Selatan yang terdampak banjir, yakni  PT Prolindo, PT Binuang Mitra Bersama, PT Arutmin Indonesia, dan PT Bhumi Rantau Energi.

Selain kendala cuaca, Ridwan mengakui bahwa belum semua pemasok batu bara ke PLN menjalankan pasokannya sesuai kontrak.  

Baca Juga: PTFI: Produksi Tembaga 2020 Naik 33 Persen

Di sisi lain, tersendatnya pasokan batu bara akibat berlakunya Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja yang memasukkan batu bara sebagai barang kena pajak, membuat pembelian batu bara dikenai pajak pertambahan nilai (PPN).