Top! Harga Logam Indonesia Menggila buat Investor Tertarik

Must read

Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan, tingginya harga komoditas logam di Indonesia membuat banyak calon investor menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di sektor hilir tambang.

“Kita lihat banyak kok sekarang yang menyatakan minat untuk masuk ke sektor hilir,” katanya pada Kamis (20/05/2021).

Menurutnya, tren naiknya minat investasi di sektor hilir terjadi karena berkaitan dengan kebutuhan dari komponen kendaraan listrik. Ia menyebutkan, terdapat beberapa calon investor yang sejauh ini tengah berdiskusi dengan pihaknya. 

Para calon investor, ungkapnya, cenderung mempertanyakan kebijakan pemerintah mengenai hilirisasi tambang.

“Saya lihat arahnya ke arah sana (hilirisasi tambang) terkait kebutuhan mobil listrik dan lainnya. Komoditas tambang akan memegang peran penting,” ungkapnya.

Ia menuturkan, melihat hal ini pemerintah tentu tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan responsif dalam memberikan informasi terkait kebijakan di sektor hilir tambang. Terlebih, investasi di sektor hilir angkanya sangat besar dan mencapai miliaran dolar per proyek.

“Dari sisi kita, kita coba address pertanyaan mereka dengan Kementerian Investasi, BKPM, apa yang mereka tanyakan, concern apa, kandidat lokasi, insentif apa yang diberikan, so far begitu, sampai saat ini lumayan berhasil,” tuturnya.

Lebih lanjut, Seto mengungkapkan, Indonesia mempunyai cadangan di sektor pertambangan yang besar dan biaya produksi yang kompetitif.

“Kan memang kita ada cadangan besar dan biaya produksi yang kompetitif,” timpalnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, ada lima komoditas tambang yang indeks harganya melonjak pada kuartal I 2021 ini, antara lain batu bara, timah, tembaga, nikel, dan aluminium. 

Indeks harga ini sekaligus menunjukkan apakah komoditas tersebut mengalami kenaikan atau penurunan harga dan seberapa besar perubahannya.

Baca Juga : Panen Cuan! Harga Komoditas Logam RI Terus Meroket

Sementara itu, mengacu pada data Bank Mandiri, harga sejumlah komoditas pada 2021 ini diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan 2020 lalu. Harga batu bara misalnya, diproyeksikan rata-rata mencapai US$ 87,6 per ton, meningkat dibandingkan harga rata-rata pada 2020 yang sebesar US$ 60,3 per ton.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article