Tol Listrik, PLN Siap Penuhi Kebutuhan Smelter di Sulawesi Tenggara

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah merampungkan tol listrik yang menghubungkan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Transmisi sepanjang 797 kilometer sirkuit (kms) ini membawa surplus listrik 400 megawatt (MW) dari Sulsel ke Sultra.

Dengan pasokan listrik yang handal, PLN bisa melayani pelanggan dengan optimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sultra. Tak hanya itu, PLN juga siap menerima investasi masuk ke Sultra terutama untuk proyek-proyek pabrik pemurnian dan pengolahan bahan tambang (smelter).

Proyeksi total kebutuhan listrik untuk smelter dalam beberapa tahun ke depan mencapai 3.500 MW. Selain mengandalkan tol listrik, PLN juga akan membangun sejumlah pembangkit untuk mendukung proyek smelter.

Baca Juga : Fungsi Batu Bara di Kehidupan Sehari–hari

Kehadiran tol listrik ini juga menekan biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik sebesar Rp62,5 per kilowatthour (kWh). GM PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi, Suroso menyatakan, penurunan BPP tersebut terjadi karena dengan adanya tol listrik ini, PLN bisa memilih pembangkit dengan biaya produksi murah untuk didistribusikan ke pelanggan.

“Interkoneksi ini telah menurunkan BPP signifikan. Sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara lebih handal, berkualitas, ekonomis dan ramah lingkungan,” ungkap dia.

Manajer Unit Pelaksana Proyek Pembangkit dan Jaringan Hidbar Saragih menjelaskan, pengoperasian jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) ini seiring dengan penyelesaian pembangunan 1.265 menara jaringan transmisi.

Ribuan menara tersebut, melewati jaringan yang berada pada enam gardu induk PLN dan membentang dari Wotu, Malili, Lasusua, Kolaka, Unaaha hingga Kendari. “Keberhasilan ini berkat dukungan para stakeholder, pemerintah, pabrikan dan kontraktor-kontraktor yang terlibat dan berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu,” jelasnya.