Tingkatkan Nilai Tambah Batu Bara Dengan DME

Tingkatkan Nilai Tambah Batu Bara Dengan DME

Tingkatkan Nilai Tambah Batu Bara Dengan DME
Tingkatkan Nilai Tambah Batu Bara Dengan DME

Proyek hilirisasi menjadi fokus pemerintah dalam Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law).

Pada Sub Sektor Minerba Pemerintah akan memberikan insentif dalam bentuk royalti sampai dengan 0% bagi badan usaha yang melakukan kegiatan peningkatan nilai tambah batubara.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam bahan paparan berjudul Keterkaitan RUU Cipta Kerja dengan Sub Sektor Minerba.

Mereka menjelaskan, dalam Undang-Undang nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), telah disahkan lebih dahulu untuk menyerap seluruh ketentuan dalam RUU Cipta Kerja alias Omnibus Law.

Pasalnya, dalam RUU Cipta Kerja di sektor pertambangan minerba hanya fokus pada upaya peningkatan ekosistem investasi, kepastian hukum dan kepastian berusaha, serta penciptaan lapangan kerja, di antaranya :

  1. Penggabungan izin eksplorasi dan operasi produksi;
  2. Jaminan pemanfaatan ruang dan Kawasan untuk kegiatan usaha pertambangan;
  3. Pemberian insentif non fiskal bagi perusahaan yang melakukan peningkatan nilai tambah mineral dan batubara; dan
  4. Penatakelolaan kegiatan pertambangan rakyat;

Baca Juga: Emiten Batu Bara Optimistis Jaga Kinerja

Selain itu, dalam RUU Cipta Kerja, prinsip perizinan berusaha berbasiskan risiko (risk-based approach) memiliki tujuan untuk penyederhanaan perizinan dan debirokratisasi juga telah dimuat secara tegas dalam UU Minerba.