Timah Akui Perluasan Tambang ke Nigeria Terhambat

PT. Timah Akui Perluasan Tambang ke Nigeria Terhambat

PT. Timah Akui Perluasan Tambang ke Nigeria Terhambat
PT. Timah Akui Perluasan Tambang ke Nigeria Terhambat

Rencana ekspansi PT Timah Tbk. (TINS) di negara Afrika tersebut mengalami kendala akibat dari penyebaran Covid-19.

PT Timah Tbk. (TINS) mengakui upaya ekspansi untuk menambah cadangan dan produksi timah di Nigeria terhambat.

Rencana ekspansi perseroan di negara Afrika tersebut mengalami kendala akibat dari penyebaran Covid-19.

Pada saat pandemi itu menyeruak, tim TINS ditarik kembali. Bandara Nigeria sampai dengan saat ini memang hanya dibuka untuk lokal.

Tapi perseroan menjalin komunikasi dengan partnernya di sana bahwa Timah akan melakukan serangkaian assessment terhadap tambang primer.

Perseroan memang membidik perluasan pasar ekspor Amerika dengan komposisi pendapatan yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara tujuan di Asia dan Eropa.

Memang konsentrasi market ada di Asia yakni Singapura, Jepang maupun Korea Selatan serta India, dan market kedua adalah di Eropa sekitar 20 persen yaitu Jerman, Luxemburg, Swiss maupun Belanda.

Untuk di Amerika dari sisi penjualan masih kecil sekitar 7 -8 persen.

Pengembangan pasar ekspor tersebut disebutkan sebagai langkah diversifikasi dan mitigasi risiko ke depannya.

Sebagai gambaran, sampai dengan Juni 2020, tercatat pendapatan TINS sebesar Rp7,98 triliun. Turun 18,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 9,79 triliun.

Baca Juga: Batu Bara Cemerlang Nasib Saham Tambang Gemilang?

Dalam kurun waktu tersebut TINS mencatatkan ekspor timah sebesar 98,3% dengan 5 negara tujuan ekspor terbesar diantaranya :

  1. Singapura sebesar 17,9%.
  2. Korea 16,2%.
  3. China 14,8%.
  4. Amerika Serikat 11,2%.
  5. India 11,2%.

Total kontribusi ekspor timah ke 5 negara tersebut mencapai 71,3%.