Tesla Ingin Bangun Penyimpanan Energi Raksasa di RI

Tesla Ingin Bangun Penyimpanan Energi Raksasa di RI
Tesla Ingin Bangun Penyimpanan Energi Raksasa di RI

Tesla, Pemerintah Indonesia diwakili Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT Inalum (Persero) akan bertemu virtual pada pekan ke-2 Februari 2021 untuk membahas proposal rencana investasi Tesla terkait membangun penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) di Indonesia. 

ESS ini seperti power bank raksasa dengan giga baterai skala besar yang bisa menyimpan tenaga listrik besar hingga puluhan bahkan ratusan mega watt untuk stabilisator atau pengganti sebagai pembangkit peaker (penopang beban puncak).

“Satu lagi kerja sama di bidang ESS ya, Energy Storage System ya, jadi ESS ini sebenarnya mirip kayak baterai kayak power bank gitu, tapi ini power bank-nya ekstra besar, kapasitasnya bisa puluhan mega watt. Kalau power bank kita kan paling 20.000 Watt”, ujar Marves Septian Hario Seto selaku Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko pada Jumat (5/2/2021).

Tesla tertarik membangun ESS di Indonesia sebab Indonesia punya potensi yang sangat besar.

“Mereka sebenarnya dari sisi permintaan ya dari negara-negara lain itu sudah sangat tinggi jadi istilahnya mereka bilang memang supply nya dari sisi mereka pun dari ESS ini nggak banyak tapi mereka pengen kerja sama dengan Indonesia karena mereka melihat Indonesia yang negara kepulauan memiliki potensi banyak renewable energy ini mereka bisa mengkombinasikan teknologi ESS mereka ini untuk di Indonesia dan memberikan manfaat yang maksimal,” tambah Septian.

Baca Juga : PLN: Isi Daya Mobil Listrik Malam Hari Ada Diskon 30%

Selain Tesla, Indonesia juga sudah menjalin upaya kerja sama dengan beberapa perusahaan lain terkait pengembangan pabrik mobil listrik. Salah satu upayanya adalah membangun pabrik baterai lithium mobil listrik dengan LG Chem Ltd. asal Korea Selatan.