Tertekan Sektor Tambang, IHSG Merosot ke Level 6.183

Pada penutupan Sektor Tambang kali ini, 168 saham bergerak menguat, 226 turun, dan 149 lainnya tidak bergerak. Di sisi lain, 8 dari 10 indeks sektoral bergerak lesu. Sektor pertambangan memimpin penurunan sebesar 0,99 persen.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (10/12). Indeks ditutup di level 6.183 merosot 10,28 poin atau 0,17 persen.

RTI Infokom mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp6,69 triliun dengan volume 10,03 miliar saham. Pelaku pasar asing tercatat beli bersih bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp305,58 miliar.

Baca juga artikel terkait Sektor Tambang: Indika Energy Perbesar Saham di Perusahaan Tambang Emas

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pukul 16.15 WIB terpantau menguat 0,04 persen ke level Rp14.010 per dolar AS. Sejak pagi, rupiah bergerak dalam rentang Rp13.995 – Rp14.020 per dolar AS.

IHSG melemah bersama mayoritas indeks saham Asia lainnya. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 0,22 persen dan Nikkei225 di Jepang turun 0,09 persen. Sedangkan, indeks Kospi Index di Korea Selatan naik 0,45 persen.

Tak jauh berbeda, mayoritas indeks saham di Eropa mengalami koreksi. Indeks DAX di Jerman merosot 1,1 persen, CAC All-Tredable di Perancis melemah 0,82 persen, dan FTSE100 di Inggris di Inggris turun 0,95 persen.