Terkerek Naik! Harga Batu Bara Tembus US$100/Ton

Must read

Harga kontrak futures (berjangka) batu bara termal ICE Newcastle kembali ditutup di atas level psikologis US$ 100/ton pekan ini. Meski sempat tertekan harga batu bara tidak membutuhkan waktu lama untuk untuk bangkit ke levelnya yang sekarang.

Pada awal kemarin memang harga batu legam sempat terkoreksi tajam karena kenaikan kasus Covid-19 di salah satu konsumen utamanya India. Namun, tercatat si batu legam naik 6,56% ke US$ 107,9/ton selama sepekan.

Harga batu bara sempat jatuh ke US$ 98,2/ton minggu ini. Namun, karena harga batu bara termal China masih belum turun dari level US$ 147/ton, maka hal ini turut mengerek naik harga batu bara Australia.

Bahkan dengan kenaikan harga batu bara Australia tembus US$ 100/ton, selisih (spread) antara harga batu bara lokal China dan Australia masih berada di zona positif. Spread-nya masih tinggi di angka US$ 40/ton.

Walaupun produksi China sudah meningkat di beberapa bulan terakhir, namun di negara tersebut masih terjadi masalah ketatnya pasokan batu bara. Selain itu, konsumsi listrik dan kebutuhan Industri tetap melampaui kenaikan produksinya.

Di samping itu, kenaikan harga komoditas juga turut mendongkrak ekspor Indonesia. Bulan April lalu ekspor RI tercatat naik 52% (yoy). Ini merupakan kenaikan tahunan tertinggi di masa pimpinan Presiden Joko Widodo.

Untuk ekspor sendiri tembus US$ 18,48 miliar. Ekspor migas naik hampir 70% (yoy) dan ekspor non-migas yang mendominasi naik 51% (yoy). Terjadi peningkatan ekspor pertanian sebesar 18,98% (yoy). Untuk produk industri pengolahan ekspornya naik 52,65% (yoy) dan komoditas tambang melesat 47% (yoy).

Kemudian, apabila dilihat dari sisi volume, ekspor juga turun 3,4% dibanding bulan sebelumnya. Ekspor bahan bakar mineral bulan Maret tercatat mencapai 34,84 juta ton. Sementara bulan lalu hanya 33,66 juta ton.

Baca Juga : Top! Harga Logam Indonesia Menggila buat Investor Tertarik

Meskipun begitu, naiknya harga batu bara terutama karena kebutuhan China yang meningkat berpeluang mengerek harga batu bara acuan (HBA) RI lebih lanjut. Diramal kemungkinan besar HBA untuk bulan Juni tembus US$ 90/ton.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article