Tarif Royalti 0% Demi Percepat Hilirisasi Batu Bara

Tarif Royalti 0% Demi Percepat Hilirisasi Batu Bara

Pemerintah berjanji berikan tarif royalti 0% khusus kepada perusahaan yang melakukan gasifikasi batu bara. Kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM ini dilakukan sebagai langkah percepat hilirisasi batu bara.

“Sebagai upaya mendorong program hilirisasi khususnya pengembangan coal to DME, Kementerian ESDM akan menerbitkan regulasi berupa tarif royalti batu bara secara khusus untuk gasifikasi batu bara hingga 0%,” jelas Menteri ESDM Arifin Tasrif, Rabu (20/1/2021).

Arifin juga menjelaskan beleid tersebut tengah disusun di internal Kementerian ESDM yang akan mengatur secara teknis kriteria dan tata cara pemberian insentif royalti batu bara. Pemberian insentif ini dikhususkan untuk keperluan hilirisasi batu bara dan tidak mengurangi penerimaan negara yang sudah diperoleh selama ini.

Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan harga khusus batu bara untuk penggunaan gasifikasi.

Ketentuan ini akan dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Pengusahaan Pertambangan Minerba dengan skema usulan cost ditambah margin.

Untuk komponen cost, terdiri dari biaya produksi langsung dan tidak langsung serta biaya umum dan administrasi.

Sementara, pada margin ditetapkan sebesar 15% dari cost. Rumusan formula ketetapan ini tengah disiapkan dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM atau Keputusan Menteri ESDM.

“Jangka waktu masa Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk proyek gasifikasi batubara telah diakomodir dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020,” tambah Arifin.

Sebagai informasi, proyek coal to DME dilakukan oleh PT Bukit Asam bekerja sama dengan PT Pertamina dan Air Product di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Fantastis! Cadangan Tambang RI Capai 148 Juta Ton

Rencananya, proyek tersebut akan beroperasi pada tahun 2024 dengan target produksi DME sebesar 1,4 juta ton per tahun.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie mengatakan pihaknya siap segera menjalankan proyek ini, terutama setelah proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 17 November 2020, pabrik gasifikasi batu bara yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan kini ditetapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebagai informasi, kesepakatan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan CEO Air Products and Chemical Inc Seifi Ghasemi, dengan disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak bulan Desember 2020.