Target Ekspor Batu Bara RI di 2021 Capai 412 Juta Ton

"<yoastmark

Target Pemerintah Indonesia mengekspor batu bara di 2021 setidaknya bisa mencapai 412,5 juta ton, melonjak 35% dari capaian ekspor pada 2020 yang tercatat hanya sebesar 305,77 juta ton.

Volume penjualan batu bara ke luar negeri pada 2021 ini didasarkan pada target produksi batu bara sebesar 550 juta ton.

Selain ekspor, terdapat juga penjualan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/ DMO) sebesar 137,5 juta ton. Ekspor batu bara akan dilakukan setelah terpenuhinya kebutuhan dalam negeri.

Penambahan target ekspor mempertimbangkan harga dan permintaan batu bara dan permintaan global.

Ekspor batu bara selama 2020 tercatat hanya sebesar 305,77 juta ton atau sekitar 77,41% dari target yang ditetapkan pada awal 2020 sebesar 395 juta ton.

Diproyeksikan penjualan batu bara ke luar negeri di 2021 ini bisa mencapai target atau berpotensi jauh lebih tinggi dari capaian 2020 lalu.

China masih menjadi salah satu negara importir terbesar batu bara RI. Ekspor batu bara ke China akan sangat tergantung dari kuota impor pemerintah setempat.

Baca Juga: SKK Migas: Harga Minyak Tak Akan Capai US$ 70/Barel Lagi

Dalam lima tahun terakhir, ekspor batu bara Indonesia ke China melonjak dua kali lipat menjadi 130 juta ton pada 2019 dari 75 juta ton pada 2015 lalu.

Rata-rata kenaikan ekspor batu bara ke China ini mencapai sekitar 13,3% per tahun.

Melihat tren tersebut dan usai ditandatanganinya kesepakatan pembelian batu bara dari perusahaan di China, ekspor batu bara Indonesia ke China optimis bisa mencapai 200 juta ton.

Indonesia berharap bisa ada kenaikan dari 130 juta ton ekspor ke China pada 2019, bisa mencapai 200 juta ton di 2021.

Saat ini, kebutuhan batu bara di China naik seiring pemulihan industri yang sudah lebih dulu terjadi karena China berhasil mengatasi pandemi lebih dulu dari negara lain. Kenaikan Kebutuhan batubara semakin diperkuat karena konsumsi listrik yang melonjak saat musim dingin.

Permintaan ekspor harga batu bara China juga semakin meningkat karena terjadi kekurangan pasokan batu bara domestik.

Komoditas energi RI saat ini memang baru mulai bangkit. Dalam pekan ke-III Januari 2021 saja harga batubara di rentang US$ 80 per metrik ton hingga US$ 90 per metrik ton.