Target Bauran Energi 23% Sulit Tercapai

Target Bauran Energi 23% Sulit Tercapai

Target-Bauran-Energi-23%-Sulit-Tercapai
Target Bauran Energi 23% Sulit Tercapai

Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hariyanto menuturkan dengan tak terpenuhinya program fast track (FTP) 2 PLN dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) ini berdampak enggak bisa tercapai bauran energi 23persen di 2025 sesuai dengan amanah dari peraturan kebijakan energi nasional yang berlaku.

Target baruan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 diyakini tak tercapai.

Untuk diketahui, hingga kini, porsi dari bauran EBT sebesar 12,36 persen untuk pembangkit listrik, atau daya pembangkit sekitar 10,3 GW. 

“Memang benar, prosentasenya itu jadi tergerus. Proyek EBT itu enggak terealisasi,” ujarnya.

Namun demikian, PLN memiliki sejumlah program untuk dapat mencapai bauran energi sebesar 23persen sedang dimunculkan seperti mulai dari hydro dan cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara.

Co-firing merupakan pemanfaatan bahan bakar dari biomassa dan sampah untuk pembangkit listrik dapat dilaksanakan dengan cepat tanpa perlu melakukan pembangunan pembangkit.

Baca Juga: Industri Hilir Batu Bara Segera Beroperasi

“Selain itu PLN juga mengembangkan PLTS untuk meningkatkan bauran energinya,” ucap Hariyanto.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat target sebesar 23% untuk energi terbarukan berdasarkan proyeksi pertumbuhan listrik 5 tahun ke depan dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit baru sebesar 16 gigawatt (GW).