Tantangan Sektor Pertambangan di Era Revolusi Industri 4.0

Tantangan sektor pertambangan Indonesia sedang menghadapi ujian berat. Melimpahnya sumber daya alam di Indonesia diikuti juga oleh banyaknya permasalahan di sektor industri pertambangan Masalah tersebut di antaranya adalah kepatuhan kepada regulasi keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan, reklamasi, pasca-tambang, tanggung jawab sosial, serta kelangsungan bisnis juga tak dapat diabaikan.

Harga jual beberapa komoditas mineral dan batu bara sedang berada pada level kurang baik. Di lain pihak, tuntutan yang harus dipenuhi masih cukup banyak. Di samping itu, tantangan membangun pemahaman dan kesepakatan dalam mengembangkan SDM di bidang geominerba saat ini dan masa mendatang.

Baca juga artikel terkait Tantangan Sektor Pertambangan di Era Revolusi Industri 4.0: Analisa Pertambangan Batubara Indonesia

Kondisi ini memaksa manajemen perusahaan pertambangan berpikir lebih keras agar kinerja tetap sehat. Beragam upaya pun dilakukan. Efisiensi sistem operasi pertambangan melalui inovasi-inovasi keteknikan, administrasi, dan manajemen merupakan upaya-upaya yang terlihat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut.

Maka membangun sinergi dan merajut kerja sama dalam Kebijakan Pertambangan Minerba dan Pengembangan SDM Geominerba dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0, harus diwujudkan. Membangun pemahaman antar-pemangku kepentingan tentang pengembangan SDM geominerba khususnya pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Perguruan Tinggi. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Geominerba dalam menghadapi era 4.0.

Untuk itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, memperkenalkan Kebijakan Pertambangan Minerba dalam Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, KESDM telah menerapkan sistem digitalisasi pelaporan penjualan batubara, dengan meluncurkan aplikasi modul verifikasi penjualan (MVP). MVP merupakan salah satu aplikasi pada sektor mineral batubara, untuk meningkatkan akurasi data penjualan batu bara yang selama ini masih simpangsiur. MVP dapat diterapkan dengan modifikasi yang sesuai kebutuhan di daerah masing-masing.

Industri pertambangan Indonesia harus menyiapkan SDM yang mampu menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0. Harapannya, supaya para pemangku kepentingan di bidang geominerba saling mambantu. Sehingga semua pihak terkait akan dapat memberi kontribusi terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan negara.