Tantangan Cuaca Pada Kegiatan Pertambangan

Tantangan Cuaca Pada Kegiatan Pertambangan

Tantangan-Cuaca-Pada-Kegiatan-Pertambangan
Tantangan Cuaca Pada Kegiatan Pertambangan

Tantangan dunia industri pertambangan tidak hanya tidak hanya datang dari sisi permintaan dan harga komoditas saja.

Atau pandemi corona yang sedang berkecamuk seperti saat ini.

Faktor alam juga bisa menjadi tantangan terberat pada industri pertambangan. 

Dalam hal ini masalah cuaca atau pergantian musim bisa memberikan dampak yang signifikan dalam proses penambangan yang dilakukan hingga hasil yang akan diperoleh.

Apalagi saat ini masalah cuaca di seluruh belahan dunia susah untuk diprediksi. Siklus bulanan pergantian musim bisa berubah secara mendadak.

Sehingga perencanaan dan proses penambangan bisa terganggu. Pemanasan global dianggap sebagai sumber dari kondisi cuaca yang ekstrim ini.

Baca Juga: Indonesia Jajaki Pasar Baru Demi Atasi Turunnya Permintaan Ekspor

Lebih lanjut, berikut sejumlah dampak negatif dari kondisi cuaca atau pergantian musim terhadap industri pertambangan.

Kegiatan Eksplorasi

Tahapan eksplorasi menjadi langkah awal sebuah perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pertambangan.

Dalam hal ini perencanaan dan persiapan wajib dipenuhi sebaik mungkin.

Sebab kegiatan eksplorasi biasanya dilakukan pada daerah yang belum terjamah oleh banyak orang, misalnya hutan belantara.

Seringkali, kegiatan eksplorasi yang sudah direncanakan dan dipersiapkan begitu matang, mendakan buyar seketika akibat cuaca yang tiba-tiba berubah secara drastis.

Seperti hujan yang mendadak turun dengan deras selama beberapa hari.

Tentunya hal ini membuat proses eksplorasi semakin sulit dan tak jarang harus ditunda hingga cuaca kembali kondusif.

Kegiatan Produksi

Saat musim hujan tiba, air yang jatuh dan mengguyur lahan areal tambang akan mengubah kondisi tekstur tanah yang ada.

Akibatnya kegiatan pengerukan untuk mengambil mineral yang ada di dalam tanah bisa terganggu atau bahkan dibatalkan.

Sebab kondisi tanah yang berubah karena air hujan, bisa saja menimbulkan longsor yang membahayakan keselamatan pekerja. Proses produksi pun akhirnya terhambat.

Transportasi Terganggu

Areal pertambangan yang berada jauh di pelosok, mayoritas infrastruktur untuk transportasinya pun seadanya.

Kondisi jalan yang hanya berupa tanah dan belum diaspal, tentu akan menjadi sulit dilalui ketika hujan turun.

Sebab, tanah yang terkena air hujan akan berubah menjadi lumpur yang membuat kendaraan tidak dapat melaluinya.

Proses distribusi hingga produksi pada akhirnya juga terhambat, karena kendaraan yang mengangkut karyawan atau kebutuhan produksi tidak bisa datang tepat waktu.