Tanggung Jawab Sosial Petrosea Terhadap Lingkungan Hidup

Tanggung Jawab Sosial Petrosea
Tanggung Jawab Sosial Petrosea (PTRO) Terhadap Lingkungan Hidup

Berdasarkan kegiatan usaha yang berkaitan dengan pengolahan dan pengusahaan sumber daya alam, Petrosea menjumpai dampak lingkungan hidup sebagai risiko inherent yang harus dimitigasi dan diatasi. Sekalipun demikian, kegiatan pemanfaatan sumber daya alam tetap dapat dilaksanakan dengan baik, yaitu melalui penerapan upaya terstruktur dan sistematis untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan hidup, agar pada akhirnya kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Upaya terstruktur tersebut dilakukan dengan menerapkan program penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup, sesuai kaidah sistem pengelolaan lingkungan terakreditasi yang diadopsi oleh Petrosea dan sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan yang telah ditetapkan. Konsistensi dalam menerapkan sistem pengelolaan terakreditasi dan manjalankan rencana pengelolaan lingkungan akan menghasilkan kondisi lingkungan hidup yang tetap lestari dan tetap mampu mendukung kehidupan generasi mendatang.

Baca juga: Dirikan Usaha Patungan Pengolahan Limbah, Inalum Bangun Holding

Kebijakan Lingkungan Kebijakan umum Petrosea terkait aspek lingkungan hidup tercakup dalam Kebijakan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan) yang menegaskan pengendalian operasional dengan mengedepankan upaya pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan akibat proses bisnis yang ada. Kebijakan ini juga ditegaskan melalui penekanan adanya tanggung jawab setiap individu untuk menjaga lingkungan yang didasari oleh prinsip manajemen risiko untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan.

Petrosea juga memiliki Marine Fleet and Environment Protection Policy, di mana Perusahaan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan mengidentifikasi setiap potensi bahaya terkait lingkungan sehingga dapat menyusun environmental safeguards dan protection yang sesuai.

Pada aspek operasional, seluruh kegiatan Petrosea selalu dilaksanakan dengan mengacu pada Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup), serta UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan & Upaya Pemantauan Lingkungan) menjadi prasyarat keluarnya izin pertambangan.

Kegiatan Petrosea secara umum juga senantiasa mengacu pada peraturan dan perundang-undangan, sebagai berikut:

  • Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas jo. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perseroan Terbatas.
  • Undang-undang No. 22 tahun 2001 tentang Minyak & Gas Bumi.
  • Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral & Batubara jo. PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral & Batubara.

Pengawasan Lingkungan Sebagai bagian dari kebijakan umum bidang lingkungan, Petrosea telah menetapkan sistem prosedur pengawasan lingkungan yang mencakup:

  • Environmental Monitoring Standard (PTP-HSE- STD-G-3002) yang menegaskan bahwa aspek manajemen atau pengelolaan lingkungan hidup telah menjadi bagian penting dalam seluruh proyek di area operasional Petrosea. Pengelolaan lingkungan berawal dari Environment Risk Assessment dan dari assessment tersebut akan teridentifikasi jenis data apa saja yang perlu dikumpulkan dan dianalisa lebih lanjut yaitu data terkait input atau pemakaian energi, data limbah, data manajemen terkait K3L, data dampak terhadap lingkungan, data insiden lingkungan dan data emisi gas efek rumah kaca.
  • Waste Management (PTP-HSE-PR-G-0021), yang menegaskan pengaturan mengenai pengelolaan limbah, mulai dari tahap penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, daur ulang dan proses pengolahan akhir pembuangan serta pelaporan limbah.
  • Environmental Office Practice (PTP-HSE-WI-G-3001), yang menegaskan pengaturan implementasi pengelolaan lingkungan pada lingkup kantor.

Target Kegiatan Lingkungan Beberapa target kinerja bidang lingkungan yang ditetapkan untuk tahun 2017, di antaranya:

  • Batas Major Envitonmental Incident (MEI) sebesar 0,0
  • Penurunan intensitas penggunaan energi
  • Penurunan intensitas emisi CO2
  • Penurunan emisi zat perusak ozon
  • Naiknya efisiensi penggunaan energi listrik
  • Penurunan penggunaan air tanah
  • Penurunan penggunaan kertas
  • Bertambahnya luasan daerah reklamasi dan revegetasi.

Program & Kegiatan di Bidang Lingkungan:

  • Program Pengelolaan Penggunaan Energi Dilaksanakan dengan melakukan pengaturan penggunaan penerangan dan peralatan pendukung yang menggunakan listrik di lokasi operasional Perusahaan. Penghematan lain dilakukan di lapangan dengan mengatur tata-letak kegiatan pertambangan dan pergerakan alat berat, sehingga konsumsi bahan bakar untuk kegiatan operasional berkurang. Selain itu, juga dilakukan pemeliharaan teratur alat-alat berat sehingga konsumsi bahan bakarnya juga menjadi lebih hemat.
  • Program Penurunan Emisi Zat Perusak Ozon Dilaksanakan dengan mengganti penggunaan refrigerant pada perangkat pendingin ruangan dan sejenisnya dengan refrigerant produk baru yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah servis berkala seluruh armada alat berat, transportasi dan genset secara teratur agar emisi gas buang yang bersifat ODS, seperti SO, Nox tetap beradap pada ambang batas sesuai peraturan lingkungan.
  • Program Pengelolaan Air Petrosea menggunakan air untuk beragam keperluan operasional, MCK, pencucian kendaraan dan lain- lain. Untuk mengurangi penggunaan air permukaan yang kurang ramah lingkungan, Petrosea menerapkan beberapa program, yang meliputi:
    • Mendaur ulang air menggunakan water treatment plant untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
    • Meningkatkan penggunaan air hujan.
    • Melengkapi warehouse dengan pipa talang air yang bermuara ke kolam-kolam buatan permanen dan juga tangki air untuk menampung air hujan dan kemudian diolah menjadi air bersih.
    • Melakukan kampanye rutin untuk menggunakan air dengan bijak dan hemat.

Program Pengurangan Penggunaan Kertas

Program Pengurangan Penggunaan Kertas, Petrosea menerapkan program paperless untuk mengurangi volume penggunaan kertas. Untuk menunjang program ini, Petrosea sudah mengembangkan sistem integrasi business to business (B2B) dengan beberapa mitra kerja. Sistem ini memungkinkan penerbitan dokumen transaksi bisnis secara elektronik. Inisiatif paperless mulai diterapkan tahun 2014 dengan intensitas yang semakin meningkat, berlandaskan kebijakan operasional Environmental Office Practice (PTP-HSE-WI-G-3001).

  • Program Pengelolaan Limbah Dalam pengelolaan limbah, Petrosea menerapkan prinsip 3R yaitu, Reduce, Reuse and Recycle untuk limbah padat maupun limbah cair yang tidak berbahaya. Sementara untuk limbah-limbah yang masuk golongan B3 (Berbahaya dan Beracun) Petrosea menggandeng perusahaan pengolah limbah yang berizin resmi untuk melakukan disposal secara berkala dari tempat penampungan sementara yang dikelola Petrosea. Limbah cair yang digunakan kembali oleh Petrosea adalah oli bekas, yang digunakan sebagai campuran bahan peledak. Sementara limbah padat yang ditampung untuk digunakan oleh pihak ketiga adalah scrap besi dan ban bekas.
  • Program Penghijauan Program penghijauan dilakukan untuk dua tujuan, yaitu untuk memenuhi kewajiban reklamasi dan rehabilitasi, serta untuk menyerap emisi karbon sekaligus sebagai sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
  • Program penghijauan dilakukan di area workshop proyek Kideco Jaya Agung, berupa kegiatan penamaman pohon trambesi, johar dan ketapang dengan total pohon 400 untuk luas area proyek 6.766 m2. Sedangkan di proyek Tabang dilakukan penanaman 60 bibit pohon buah berupa nangka, cempedak, durian dan sirsak di sekitar halaman workshop.

Program Pemantauan Lingkungan Program ini merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh Petrosea untuk mengetahui pemenuhan terhadap ketentuan standar baku mutu lingkungan untuk berbagai parameter, seperti emisi CO2 peralatan operasional, emisi Nox, Sox genset, kualitas air baku dan sebagainya.

Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  • Program pengamatan & pemeriksaan lingkungan
  • Pemantauan konsumsi bahan bakar
  • Pelaksanaan internal audit lingkungan

Sertifikasi Lingkungan Petrosea telah mendapatkan Sertifikasi standar internasional dalam pengelolaan lingkungan. Di samping itu, Perusahaan juga telah mendapatkan sertifikasi standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu.