Tanaman Pendeteksi Mineral Logam

Tanaman Pendeteksi Mineral Logam

Tanaman Pendeteksi Mineral Logam
Tanaman Pendeteksi Mineral Logam

Ternyata ada tanaman yang secara alamiah menjadi petunjuk guna eksplorasi tambang mineral.

Tanaman tersebut menjadi tanda apakah sebuah daerah mengandung potensi mineral yang dapat ditambang. 

Secara keilmuan dalam dunia pertambangan ada sebuah studi khusus yang meneliti korelasi tanaman dan kandungan mineral.

Studi tersebut adalah geobotani, studi ini mengaitkan antara  antara geologi dan tanaman.

Secara khusus membahas hubungan tumbuhan sebagai panduan yang dapat digunakan dalam studi geologi, misalnya di eksplorasi mineral, studi biogeokimia, geologi medis, maupun dalam eksplorasi menggunakan  penginderaan jauh pada area tertentu (Odhiambo, 2016). 

Melalui eksplorasi geobotani pada batuan yang mengalami proses pelapukan akan dapat dihasilkan proyeksi potensi mineral melalui soil atau tanah yang menjadi media tumbuh dari tanaman.

Tanaman-tanaman tertentu akan tumbuh pada kondisi geologi dengan karakteristik yang bisa mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.

Oleh karena itu, tanaman akan mengindikasikan kondisi geologi di bawahnya dan dapat menjadi panduan untuk menginterpretasikan potensi yang ada di bawah permukaan.

Eksplorasi geobotani sendiri sudah sejak lama digunakan dalam penentuan daerah prospek barang tambang.

Pada tahun 1556, metode ini pertama kali ditemukan dan terbukti cukup membantu dalam proses penemuan barang tambang.

Seiring berjalannya waktu, eksplorasi ini mengalami perkembangan yang signifikan, seperti kombinasi antara metode ini dengan GIS yang dapat menginterpretasikan kondisi bawah permukaan melalui interpretasi citra pada tumbuhan penutup lahan.

Baca Juga: Harga Batu Bara Ogah Turun!

Tumbuhan penutup lahan ini akan menjadi pathfinder dalam penentuan prospek endapan logam ekonomis yang dapat ditambang.

Berdasarkan Mezhenskiy (2004) dalam Zokirov & Aripova (2018), berikut beberapa tumbuhan yang berasosiasi dengan keberadaan mineral/bahan tambang: