Tambang Picu Penurunan Pendapatan Negara

Pendapatan negara sudah tak bisa mengandalkan sektor pertambangan lagi. Realisasi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari Migas pada akhir Oktober, baru capai 67% dari APBN. Ini jauh dari realisasi PNBP Migas pada akhir Oktober 2018 yaitu 137%.

Sektor migas dan pertambangan sedang kurang bagus. Hal ini karena harga komoditasnya turun, ditambah turunnya ekspor maupun impor di komoditas ini tetapi dollar di pasar tetap menguat.

Baca juga artikel terkait tentang Tambang Picu Penurunan Pendapatan Negara: Tarik Ulur Izin Ekspor Nikel

Menurut data dari BPS yang rilis pada Jumat kemarin (18/11), nilai ekpor migas hingga akhir Oktober 2019 turun 7,9℅. Tidak hanya nilai ekspor, nilai impor juga ikut turun tajam 40,7%, hingga akhir Oktober 2018.

Tidak hanya PNBP, penerimaan pajak dari sektor tembang juga mengalami penurunan sepanjang tahun ini. Pada kuartal III, pajak pertambagan turun 37,43%, sedangkan apabila dijumlahkan selama semester satu di 2019, pajak pertambangan masih turun sebesar 13,85.

Oleh karena itu, kontribusi pertumbuhan pada ekonomi Indonesia, terutama pada sektor primer yang terdiri dari pertambangan dan pertanian hanya sumbang 20,27 persen hingga akhir Oktober 2019. Hal ini juga bisa dilihat dari perbandingan kuartal III 2019 dengan 2018, pada kuartal III 2019 sektor primer turun 0,14 dari kuartal III 2018, yaitu 0,7%.