Tambang Pasir Sokong Pembangunan Utara Jawa Barat

Tambang Pasir Sokong Pembangunan Utara Jawa Barat
Tambang Pasir Sokong Pembangunan Utara Jawa Barat

Saat ini pemerintah Provinsi Jawa Barat mengandalkan tambang pasir sebagai salah satu sumber daya yang digunakan untuk menyokong pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Utara Jawa Barat. 

BUMD PT Jasa Sarana, selaku perusahaan yang ditunjuk untuk mengemban proyek tersebut, telah menyiapkan tambang pasir batu seluas 20 hektar di Paseh, Sumedang. Tambang pasir tersebut merupakan salah satu bisnis yang intens dikelola Jasa Sarana sejak akhir tahun 2020.

Pembangunan infrastruktur strategis yang intens dilakukan pemprov Jabar di antaranya pengembangan Rebana Metropolitan, Pelabuhan Patimban, Tol Cisumdawu dan Kereta Cepat Jakarta – Bandung.

“Demand-nya tinggi, untuk permintaan ritel saja setiap hari bisa lebih dari 50 truk dilayani,” kata Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq pada Minggu (20/2/2021).

Seperti diketahui, Rebana Metropolitan yang merupakan wilayah utara-timur laut Jabar akan masuk ke dalam tujuh daerah yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, Kuningan serta Kota Cirebon.

Kawasan strategis yang terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati ini, diproyeksikan akan menjadi penggerak ekonomi baru Jabar dengan peningkatan 5 persen ekonomi dan 4,3 juta lapangan kerja pada tahun 2030.

Hanif mengatakan, tambang pasir batu di Sumedang ini dikelola tak hanya untuk mendukung program pengembangan infrastruktur strategis di wilayah Utara Jabar, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan ritel bahan bangunan atau pengembang perumahan.

Baca Juga : Pelajari 8 Strategi Pengelolaan Minerba di Indonesia

“Tujuan kami mensupport pembangunan yang tengah digenjot oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Paseh baru kita garap intens Desember 2020 lalu, targetnya bisa produksi 30.000-50.000 m3 kubik per bulan. Pangsa pasar tinggi sekali, sementara lokasi pasir batu saat ini sudah terbatas, kebetulan posisi kita strategis untuk menunjang pembangunan di utara Jawa Barat,” kata Hanif.

Kendati melakukan eksploitasi, kata Hanif, pihaknya tetap akan berpegang pada aspek pelestarian lingkungan.

“Aspek lingkungan pun menjadi konsen, nantinya area tambang akan kami padukan dengan konsep pertambangan berwawasan lingkungan,” tutup Hanif.