Tambang Ilegal Subur Tumbuh di Muara Enim

Tambang Ilegal Subur Tumbuh di Muara Enim

Tambang Ilegal Subur Tumbuh di Muara Enim
Tambang Ilegal Subur Tumbuh di Muara Enim

Polemik tambang rakyat yang berizin dan ilegal masih terus memunculkan perdebatan.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim Masito menyebutkan banyak warga yang masih menggantungkan hidupnya dari tambang tak berizin.

Berdasarkan statistik, setidaknya ada 6.000 Kepala Keluarga (KK) yang menggantungkan hidupnya pada tambang rakyat tak berizin atau ilegal.

Jumlah tersebut berada di dua kecamatan yakni Semende dan Lawang Kidul.

Masito mengungkapkan ramainya warga yang melakukan aktivitas penggalian karena wilayahnya memang banyak memiliki banyak kandungan batubara. Warga mengeruk batu bara sebagai jalan untuk bertahan hidup.

“Memang, itu wilayahnya berada di area IUP (Izin Usaha Pertambangan) PTBA, namun lahannya punya masyarakat. Sebab, tak semua lahan dibebaskan, jadi masyarakat mengelola sendiri,” ujarnya, pada Rabu (4/11).

Masito mengungkapkan daerah tambang ilegal memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Tercatat, beberapa pekan lalu telah terjadi kecelakaan di lokasi tambang ilegal yang menyebabkan 11 korban jiwa di wilayahnya.

Sejauh ini, tambang batubara tersebut rencananya akan diakomodir, bukan ditutup.

Baca Juga: Batu Bara Acuan November Meroket Naik

Karena itu, DPRD kabupaten setempat telah melakukan audiensi dengan asosiasi pekerja tambang batubara di wilayahnya. Dalam audiensi itu, pihaknya menekankan sejumlah aspek.