Tambang Emas Raksasa, Dikelola Emiten Mana Saja?

Salah satu kekayaan alam yang terbaik dan terbanyak di Indonesia adalah Sumber Daya Alam Mineral adalah Emas. Ini 7 Tambang Emas Raksasa di Indonesia yang dioperasikan oleh emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia.

Raksasa Tambang
Sudutenergi.com – Raksasa Tambang

Berikut daftar Tambang Emas Raksasa:

Baca Juga: Produksi Batubara Tahun Ini Diprediksi Mencapai 530 juta ton

1. Tambang Emas Raksasa Freeport

Pada tahun 2018 Freeport memproduksi 6.065 ton konsentrat per hari. Konsentrat ini adalah pasir olahan dari batuan tambang (ore), yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Dalam data Freeport, dalam setiap ton konsentrat 26,5% adalah tembaga, Lalu setiap ton konsentrat mengandung 39,34 gram emas. Kemudian dalam setiap ton konsentrat mengandung 70,37 gram perak.

Tambang bawah tanah ini bisa menghasilkan 3 juta ton konsentrat per tahun. Cadangan Emas ini masih dapat digali hingga tahun 2052.

2. Tambang Emas Raksasa Amman Mineral

Dulu nama tambang ini dikenal sebagai PT Newmont Nusa Tenggara. Kini telah berganti nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Produksi emas dari tambang batu hijau yang berada di Nusa Tenggara Barat ini bisa mencapai hingga 100 kilo Oz emas dan 197 juta pound tembaga setahun. Berdasarkan laporan PT Medco Energi Internasional Tbk, induk usaha Amman Mineral, fase tujuh bisa menggenjot produksi 4,47 miliar pon tembaga dan 4,12 juta ounce emas pada akhir 2020 atau awal 2021.

3. Martabe

Tambang emas yang berada di Sumatera Utara ini berada di bawah kendali PT United Tractors Tbk (UNTR). Produksi tambang emas Martabe pada kisaran level 300.000-350.000 ons/tahun.

4. Merdeka

PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) milik Saratoga ini menargetkan akan meningkatkan produksi mineral yakni emas, perak dan tembaga pada tahun ini. Produksi emas ini juga naik dari realisasi produksi perusahaan sepanjang 2018 yang sebesar 167.506 Oz.

Peningkatan produksi ini didukung dengan adanya peningkatan produksi pada lapisan oksida di tambang Tujuh Bukit dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton.

5. Renuka

PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) sebelumnya bergerak di sektor batu-bara, namun belakangan juga menggali emas. Mulai Juni 2019, perseroan memproduksi emas dalam bentuk ore. Target produksi emas perusahaan diharapkan bisa mencapai 185.000 troy ons per tahun dan memperbaiki kinerja keuangan.

Setelah melakukan penjualan tambang emas di tahun lalu, pemasukan perusahaan mulai 2018 ini hanya disumbangkan dari usaha management mining support service di Ciomas Gold Project yang akan dimiliki langsung oleh perusahaan. Tambang yang berlokasi di Jawa Barat ini memiliki total cadangan sebanyak 26 ton gold content.

6. Antam

Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggali emas dari tambang yang berada di Pongkor, Jawa Barat. Namun, tambang ini sendiri akan habis kontraknya pada 2021 mendatang. Hingga Desember 2018, Aneka Tambang memiliki cadangan emas seberat 19 ton dan sumber daya emas setara dengan 42 ton. Pada tahun ini, mereka menargetkan volume produksi sebanyak 2 ton emas.

7. BRMS

Tambang ini tepatnya digarap oleh PT Bumi Resources Minerals (BRMS), yang 36% sahamnya dipegang oleh PT Bumi Resources (BUMI). Jika kegiatan penambangan mulus, produksi emas dari tambang di Palu ini bisa naik sampai 600.000 ton ore dalam beberapa tahun mendatang. Izin konstruksi dan produksi untuk tambang ini berlaku sampai 2050.