Tambang Emas Baru Milik Indonesia

Tambang Emas Baru Milik Indonesia

Tambang Emas Baru Milik Indonesia
Tambang Emas Baru Milik Indonesia

Indonesia menemukan deposit bijih tembaga emas Onto di wilayah Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bijih emas di Indonesia tersebar di seluruh wilayah daratan dan kemungkinan juga di lautan.

Penemuan itu dilakukan oleh PT. Sumbawa Timur Mining (STM).

STM adalah pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu’u dan merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80%), anak perusahaan yang 100% sahamnya milik Vale SA, dan PT. Antam Tbk. (20%).

Mereka sebenarnya sudah melakukan eksplorasi sejak 2010 lalu, dan sedang melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan meneruskan kedalaman dari mineralisasi.

Total cadangan bijih emas Indonesia tahun 2019 tercatat 3,5 miliar ton, dengan kandungan logam emas 4,6 ribu ton.

Selain yang telah berproduksi masih banyak lokasi-lokasi lain yang memiliki prospek.

Masih dalam bentuk sumber daya (belum cadangan) dan total sumber daya bijih emas Indonesia pada tahun 2019 sebesar 14,95 miliar ton dengan kandungan logam emas 13,3 ribu ton.

Emas terbentuk dalam batuan bersama mineral-mineral logam lainnya, seperti tembaga dan perak.

Jika memiliki nilai ekonomi serta bisa diekstraksi maka batuan mengandung emas tersebut disebut dengan bijih emas yang mengandung mineral ikutan lainnya seperti perak dan atau tembaga.