Tambang Bawah Tanah Freeport Beroperasi 100% pada 2022

Tambang Bawah Tanah Freeport Beroperasi 100% pada 2022

Tambang-Bawah-Tanah-Freeport-Beroperasi-100%-pada-2022
Tambang Bawah Tanah Freeport Beroperasi 100% pada 2022

Freeport menyatakan produksi tambang bawah tanah bisa mencapai 200 ribu ton per hari jika beroperasi sepenuhnya pada 2022.

PT. Freeport Indonesia (PTFI) tengah mengembangkan tambang bawah tanah. Perusahaan itu pun menargetkan tambang bawah tanah bisa beroperasi penuh dalam dua tahun ke depan.

Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut proses transisi tambang bawah tanah sudah berjalan sejak 2019.

Pihaknya menargetkan operasional tambang tersebut bisa mencapai 75% pada tahun depan. 

Dengan begitu, Freeport bisa mengoperasikan 100% tambang bawah tanah pada 2022.

“Pada 2021, produksi 110 ribu ton perhari hingga 160 ribu ton per-hari. Pada 2022 bisa 200 ribu ton per hari,” kata Tony 

Di samping itu, Tony mengatakan Freeport Indonesia tetap beroperasi meski pandemi corona belum berakhir. Pasalnya, perusahaan berkontribusi hingga 90% terhadap pendapatan daerah Mimika, dan 45% terhadap pendapatan Provinsi Papua.

Selain itu, perusahaan menyetorkan dana sekitar Rp. 2 triliun ke Pemerintah Pusat. Setoran tersebut berupa pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP, dan punggutan lainnya.

“Belum lagi multipler effect beroperasinya Freeport Indonesia,” ujarnya. 

Baca Juga: Anggaran Sektor Energi Ikat Pinggang Akibat Corona

Pasalnya, perusahaan memperkerjakan 25 ribu orang karyawan. Lebih lanjut, Tony mengatakan, Freeport Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga roda perekonomian di dalam negeri. Namun, pihaknya tetap khawatir terhadap penyebaran virus corona. 

Oleh karena itu, dia terus menekankan pentingnya protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas operasional.

“Bagi dunia usaha, masyarakat juga harus taat dan disiplin. Kalau semua komponen bangsa bisa berperan, maka Indonesia akan lebih cepat menangani Covid-19,” kata dia.