Sumur Gas Baru Kembali Ditemukan

Eksploitasi gas di Blok Sebuku tepatnya di Pulau Lari-Larian Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, akan diperluas setelah ditemukannya sumur gas baru yang disebut Sumur Yakult.

Pemerintah Provinsi Kalsel dan Sulawesi Barat dalam waktu dekat akan mendapatkan bagi hasil participating interest (PI) dari eksploitasi gas Pulau Lari-Larian.

Sumur-Gas-Baru-Kembali-Ditemukan
Sumur Gas Baru Kembali Ditemukan

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto. Beliau mengatakan, perusahaan tambang PT Mubadala Pearl Oil yang mulai beroperasi sejak 2013 lalu telah menemukan sumur gas baru.

“Saat ini eksploitasi gas dilakukan di sumur yang disebut Ruby dan kini ditemukan sumur baru disebut Yakult. Potensi gas sumur Yakult ditaksir lebih besar dari yang sekarang,” tuturnya, Selasa, 4 Februari 2020.

Baca Juga : Pentingnya Kebijakan Energi Terbarukan

Menurut Isharwanto untuk Kalsel tanggung jawab pengelolaan dana bagi hasil eksploitasi Pulau Lari-Larian ini diserahkan kepada perusahaan daerah PT Dangsabak Banua Sebuku (DBS).

Menurut data Dinas ESDM Kalsel, investasi dalam pengelolaan Blok Sebuku ini mencapai Rp. 5 triliun dan Pemprov Kalsel juga Sulbar berhak ikut penyertaan modal (PI) sebesar 10 persen.

Diperkirakan potensi gas bumi di Pulau Lari-Larian mencapai 370 miliar kaki kubik. Produksi gas Pulau Lari-Larian saat ini dipasok ke PT. Pupuk Kalimantan Timur Bontang melalui pipanisasi sepanjang 320 kilometer termasuk dipasok ke PT PLN.

Eksploitasi sumur gas Yakult direncanakan dimulai pada 2021. Sebelumnya Direktur Operasional PT. Bangun Banua Khairil Anwar mengungkapkan pihaknya (PT. DBS) telah melakukan negosiasi proses pencapaian participating interest (PI) 10 persen penambangan minyak dan gas (migas) Pulau Lari-Larian, bersama PT. Mubadala Pearl Oil di Jakarta.

Dikabarkan, sudah ada titik terang terkait bagi hasil dari eksploitasi Pulau Lari-Larian, baik Kalsel dan Sulbar akan mendapat jatah bagi hasil puluhan juta dolar per tahun yang mulai dicairkan pada awal 2020.