Sumber Listrik Tenaga Nuklir? Berani?

Sumber Listrik Tenaga Nuklir? Berani?

Sumber-Listrik-Tenaga-Nuklir-Berani
Sumber Listrik Tenaga Nuklir? Berani?

Nuklir adalah kata yang terkesan angker dan mengerikan di telinga orang Indonesia.

Bagaimana tidak nama tersebut selalu berasosiasi dengan senjata pemusnah massal.

Namun jangan salah bila diubah menjadi sumber energi, nuklir adalah sebuh energi yang cukup menjanjikan. 

Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi B2TKE BPPT Andhika Prastawa menyatakan nuklir bisa untuk memenuhi pasokan listrik Indonesia.

Perkembangan teknologi membuat biaya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi lebih rendah.

“Bila bicara tentang reliabilitas, tentunya nuklir sudah pasti memiliki memiliki reliabilitas yang sangat baik,” ujar Andhika dalam webinar HIMNI, Kamis (2/7).

Andhika menuturkan PLTN yang mungkin bisa direalisasikan untuk tahap awal adalah yang berskala kecil atau Small Modular Reactor (SMRs, yakni reaktor nuklir skala kecil yang pada umumnya berkapasitas 300 MWe atau kurang.

Menurutnya, rancang bangun modular technology melalui module factory fabrication sangat memungkin, sehingga, dia menyebut bisa mendukung produksi massal.

Lebih lanjut, Andhika menyampaikan nuklir bermanfaat seperti energi terbarukan yang lain jika bisa menghasilkan listrik dalam kapasitas yang tinggi dan harga yang terjangkau.

Sebab, energi terbarukan seperti surya dan angin memerlukan sistem yang kuat agar pemanfaatan energinya bisa diserap.

“Saya menunjukkan bahwa potensi teknologi itu ada,” ujarnya.

Di sisi lain, Andhika menuturkan energi baru terbarukan di Indonesia belum berperan dominan.

Selama ini, dia menyebut Indonesia masih mengandalkan energi fosil, terutama baru bara.

Padahal, dia berkata bahan bakar fosil batu bara yang biasa digunakan untuk industri dalam negeri diprediksi hanya bertahan hingga 2070.

Bahkan, dia mengatakan prediksi itu bisa lebih cepat jika penggunaan tidak dilakukan secara hati-hati.

Baca Juga: Harga Batu Bara Melemah Lagi

“Dan dari mana kita bisa memenuhi kebutuhan energi bila tidak dari tempat lain,” ujarnya.

Lebih dari itu, Andhika mengakui perkembangan PLTN tidak mengalami perubahan sejak 20 tahun lalu. Padahal, dia menyebut kebutuhan energi semakin meningkat.