Studi Uji Kelayakan Air Bekas Lubang Tambang

Studi Uji Kelayakan Air Bekas Lubang Tambang

Studi Uji Kelayakan Air Bekas Lubang Tambang
Studi Uji Kelayakan Air Bekas Lubang Tambang

Ketersediaan air bersih menjadi hal yang harus diperhatikan secara serius oleh Pemerintah.

Ancaman krisis air bersih dapat dengan mudah membayangi kota-kota di Indonesia yang memiliki potensi cerah hujan yang minim.

Bontang menjadi salah satu are yang berpotensi mengalami krisis air pada beberapa tahun ke depan.

Tingginya penggunaan air tanah sebagai bahan baku air yang dikonsumsi masyarakat menjadi salah satu faktornya.

Sejumlah upaya mengantisipasi krisis juga telah digulirkan seperti pembangunan waduk di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur, yang dapat dinikmati warga Kutim dan Bontang.

Begitu pula dengan pemanfaatan air bekas lubang tambang salahsatu perusahaan pertambangan batu bara.

Sejauh ini, usulan pembangunan waduk belum menunjukkan perkembangan usai disampaikan ke Pemprov Kaltim sebagai otoritas berwenang.

Sebagai alternatif lain, Pemkot Bontang menggulirkan pemanfaatan air permukaan bekas galian tambang PT. Indominco Mandiri (IMM) sebagai pasokan air untuk PDAM Tirta Taman Bontang.

Wacana pemanfaatan air galian bekas tambang pun kini terus digulirkan. Nantinya ada dua void dari PT. IMM yang akan dimanfaatkan untuk pasokan baku mutu air bersih dan konsumsi bagi masyarakat Bontang.

“Kalau masalah waduk itu belum jelas. Kalau void ini kan udah jelas. Terus bisa meminimalisir anggaran,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina kepada Paradase.id, Sabtu (29/08/2020).

Kata dia, saat anggota komisi III DPRD melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke lokasi dua void, PT. IMM pun membeberkan hasil uji laboratorim oleh yang dilakukan Sucofindo 2019 lalu.

Baca Juga: Kualitas Batu Bara Indonesia Terbaik di Dunia

Sucofindo sebagai pihak ketiga diminta menilai kualitas air. Berdasar Permenkes Nomor 492/2010 Tentang Baku Mutu Air Minum.