Strategi RI Jaga Batu Bara Hingga 30 Tahun Lagi

Strategi RI Jaga Batu Bara Hingga 30 Tahun Lagi

Strategi RI Jaga Batu Bara Hingga 30 Tahun Lagi
Strategi RI Jaga Batu Bara Hingga 30 Tahun Lagi

Dunia saat ini tengah melakukan transisi energi dari energi berbasis fosil seperti batu bara dan minyak ke energi baru terbarukan (EBT).

Bahkan, dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, batu bara diperkirakan tidak akan laku lagi.

Lalu, bagaimana rencana pemerintah Indonesia untuk menghadapi tantangan di industri batu bara pada 20-30 tahun ke depan tersebut?

Direktur Bina Program Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan ada dua hal yang perlu dilihat mengenai hal ini.

Pertama adalah dari sisi kebijakan energi hijau (green policy), lalu kedua yaitu kebijakan pemanfaatan batu bara di dalam negeri.

Permintaan batu bara dunia semakin menurun karena adanya kebijakan energi terbarukan.

Namun demikian, kebijakan energi terbarukan dalam industri batu bara harus dipersempit seperti bagaimana meningkatkan penggunaan teknologi batu bara yang lebih canggih, sehingga menghasilkan batu bara yang lebih bersih dan berkurang emisinya.

Sementara pemanfaatan batu bara di dalam negeri dapat dilakukan melalui program hilirisasi batu bara.

Ada dua hal penting, pertama green energy policy di-minimize (dipersempit), dengan meningkatkan clean coal energy. Lalu, pemanfaatan batu bara di dalam negeri.

Baca Juga: Produksi Batu Bara RI Terus Dikebut

Salah satu proyek hilirisasi batu bara yang tengah digencarkan yaitu gasifikasi yakni mengubah batu bara berkalori rendah menjadi dimethyl ether (DME) bisa digunakan untuk substitusi liquefied petroleum gas (LPG).

Dampaknya, negara bisa menekan impor LPG yang saat ini masih dominan.