Strategi Perusahaan Batu Bara dalam Meningkatkan Pendapatan

Perusahaan mempunyai strategi untuk mendukung aktivitas dimana strategi harus sesuai dengan keadaan begitupula dengan perusahaan batu bara.

Kinerja emiten batubara masih cenderung lesu di akhir kuartal III-2019. Tapi, korporasi penambang batubaramasih optimistis dengan kinerja di sisa tahun ini. PT Indika Energy Tbk (INDY) misalnya, mengalami kerugian sebesar US$ 8,6 juta pada September lalu. Padahal, pada kuartal III-2018, INDY masih menikmati laba bersih senilai US$ 112,20 juta.

Strategi Perusahaan Batu Bara
Sudut Energi – Strategi Perusahaan Batu Bara

INDY mengatakan, akan berfokus pada stabilitas keuangan dan peningkatan produktivitas. Perusahaan juga fokus mendiversifikasi pendapatannya salah satunya dengan menambah porsi di tambang emas.

“Kami tetap optimis dengan prospek dan fundamental industri batubara ke depan walaupun volatilitas harga batubara masih berlanjut,” ujar Managing Director dan CEO Indika Energy, Azis Armand.

Sedangkan PTBA akan melakukan efisiensi biaya operasional guna meningkatkan kinerjanya. Untuk itu, PTBA telah bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menyelesaikan pengembangan proyek angkutan batubara jalur Tanjung Enim- Kertapati dengan kapasitas 5 juta ton per tahun. Selain itu, PTBA juga melakukan optimalisasi perencanaan penambangan dan penjualan yang memberi margin lebih baik. Strategi tersebut yang masih dapat dikendalikan oleh manajemen PTBA, pungkas Suherman, Sekretaris Perusahaan PTBA.

PT Delta Dunia Makmur Tbk juga akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan efisiensi sehingga berdampak pada keuntungan.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan, saat ini emiten batubara masih sensitif terhadap harga batubara global. Dessy mengatakan, tren harga batubara dunia masih akan melemah dalam jangka panjang. Faktor efisiensi menjadi pendukung kinerja para emiten batubara.

Di sisi lain, Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan mengatakan, pelemahan harga batubara kemungkinan mulai terbatas. Artinya, ruang penurunan dari harga jual batubara emiten juga kemungkinan terbatas. Peningkatan volume produksi di tahun ini bisa mendorong penjualan di tahun 2020. Namun, pendapatan mungkin tak terdongkrak tinggi jika harga batubara tetap tertekan.