Stok di Amerika Turun, Harga Minyak Bergerak Naik

Harga minyak bergerak naik setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan yang jauh lebih kecil dari yang diperkirakan dalam stok minyak mentah. Tetapi kenaikan harga minyak masih dibatasi oleh kekhawatiran tentang penyebaran virus corona di luar China.

Data dari Energy Information Administration (EIA) AS menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah naik hanya 414.000 barel atau lebih sedikit dibandingkan ekspektasi kenaikan 2,5 juta barel.

Harga-Minyak-Bergerak-Naik
Harga Minyak Bergerak Naik

Minyak mentah berjangka Brent naik 46 sen atau 0,8% menjadi USD59,58 per barel. Kontrak berjangka mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 63 sen atau 1,18%, menjadi USD53,92 per barel.

“Angka-angka keseluruhan (EIA) agak bullish. Apa yang tampaknya menarik kita kembali sedikit adalah kekhawatiran coronavirus,” kata Analis Price Futures Phil Flynn, dilansir dari Reuters, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga : Omnibus Law Menjadi Angin Segar Bagi Emiten Tambang

Menurut data EIA, stok bensin AS turun sekitar 2 juta barel dalam sepekan, padahal diperkirakan alami kenaikan 435.000 barel. Data juga menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan kilang Pantai Timur AS turun minggu lalu menjadi 59,2% atau terendah sejak November 2012.

Namun, tingkat pemanfaatan kilang AS secara keseluruhan naik 1,4%, terutama karena kilang keluar dari perawatan.

Langkah China untuk memangkas suku bunga pinjamannya membantu meredakan kekhawatiran tentang melambatnya permintaan konsumen minyak terbesar kedua di dunia dan importir minyak mentah terbesar.

Juga mendukung harga minyak adalah sanksi AS pada unit perdagangan raksasa minyak Rusia Rosneft untuk hubungannya dengan PDVSA yang dikelola negara Venezuela dan konflik di Libya yang telah menyebabkan blokade pelabuhan dan ladang minyaknya.