Status Smelter Freeport dan Tsingshan Diputuskan Bulan Ini

Must read

CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, status pembangunan smelter tembaga PT Freeport Indonesia yang bekerja sama dengan Tsingshan diharapkan dapat segera diputuskan pada Mei tahun 2021. 

Sebagai informasi, terdapat dua opsi lokasi smelter tembaga Freeport. Pertama, di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Kedua di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera, Maluku Utara, yang bekerja sama dengan Tsingshan Steel.

Orias mengungkapkan, hingga sejauh ini negosiasi dengan Tsingshan masih berlangsung dan belum ada keputusan final mengenai opsi pembangunan smelter tersebut.

“Awalnya kami akan bangun di JIIPE tapi karena Covid pembangunan terhenti. Kemudian kami dapat tawaran dari Tsingshan dengan pembangunan lebih cepat dan murah. Tapi semurah apa kami masih diskusi. Sampai hari ini belum ada keputusan final,” kata Orias pada Jumat (7/5/2021).

Ia berharap titik cerah terkait pembangunan ini dapat dicapai pada bulan ini. Apabila hingga Juni atau Juli belum ada keputusan, dikhawatirkan penyelesaian pembangunan smelter yang ditargetkan pada akhir 2023 akan bergeser.

“Kalau Mei ini kami mulai, kami masih bisa (selesai 2023) karena mereka (Tsingshan) bisa cepat sekali, paling 2 tahun bisa dibangun. Kalau pakai punya kami (di JIIPE) tanah juga sudah siap, tinggal engineering design dan penyelesaian untuk kontraktor, ini sudah lama kerja sama tapi mulai secara resmi kalau kami sudah putuskan,” sambungnya.

Jika nantinya opsi kerja sama dengan Tsingshan yang dipilih, maka sebagian besar biaya investasi pembangunan smelter akan ditanggung oleh Tsingshan. Hal ini dikarenakan porsi kepemilikan saham Freeport di proyek tersebut akan minoritas, yakni sebesar 25 persen. 

Baca Juga : Freeport & Tsingshan Steel Teken Investasi Rp39 T

Lebih lanjut, Orias menuturkan, perhitungan itulah yang membuat pihaknya mempertimbangkan opsi alternatif pembangunan di Halmahera. Sebab bila smelter tetap dibangun di Gresik, pembiayaannya sepenuhnya akan dilakukan oleh Freeport melalui pinjaman. Nilai investasi pembangunan smelter di Gresik diprediksi memakan biaya sebesar US$3 miliar.

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article