Sosialisasi Kebijakan Soal Logam Tanah Jarang

Sosialisasi Kebijakan Soal Logam Tanah Jarang

Sosialisasi Kebijakan Soal Logam Tanah Jarang
Sosialisasi Kebijakan Soal Logam Tanah Jarang

Kebijakan hilirisasi pertambangan mineral dan batu bara secara konkret tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Kebijakan tersebut telah mengamanatkan kewajiban pengolahan atau pemurnian mineral harus dilakukan di dalam negeri dengan batasan kualitas tertentu bagi setiap mineral sehingga dapat dijual ke luar negeri.

Kategori mineral yang kualitasnya masih dalam kategori pengolahan, kegiatan ekspor dikenakan disinsentif berupa pengenaan bea keluar.

Khusus mineral timah (cassiterite), batasannya berupa kategori pemurnian dalam bentuk logam dengan Sn 99,90 persen.

Batasan tersebut berdampak pada tidak dapat diekspornya bijih/konsentrat (pasir) timah sehingga mineral ikutannya, termasuk monazite, xenotime, dan zirkon sebagai sumber logam tanah jarang (LTJ), tidak ikut terjual ke luar negeri.

Demikian juga untuk monazite dan xenotime, batasannya berupa kategori pemurnian dalam bentuk logam oksida atau hidroksida tanah jarang dengan kualitas REO atau REOH 99 persen.

Batasan minimal untuk monazite dan xenotime ini dari sisi pengamanan tentulah sangat baik sehingga dapat memastikan bijih LTJ tidak dapat diekspor.