Soft Skill Penting Saat Bekerja di Perusahaan Tambang

Soft Skill Penting Saat Bekerja di Perusahaan Tambang

Soft Skill Penting Saat Bekerja di Perusahaan Tambang
Soft Skill Penting Saat Bekerja di Perusahaan Tambang

Tidak hanya penguasaan teknik pertambangan. Para pekerja tambang diharuskan juga memiliki kemampuan softskill yang mempuni guna mampu beradaptasi di lingkungan pertambangan.

Memang bekerja di perusahaan pertambangan adalah sebuah mimpi yang banyak didambakan orang.

Bagaimana tidak, gaji yang menjanjikan, fasilitas dan tunjangan yang menarik jadi faktor utama yang menjadi pemicu dunia pertambangan menjadi primadona banyak pekerja. 

Tapi sebelum terjun ke dunia tambang, kita tidak hanya dituntut skill akademis yang mempuni, namun juga dibutuhkan softskil yang baik.

Pasalnya, perusahaan tambang mayoritas merupakan perusahaan yang dikelola secara profesional dengan standar internasional.

Begitunpun budaya yang diterapkan sangat jauh berbeda dengan budaya yang selama ini dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kedisiplinan menjadi hal pertama yang wajib dimiliki oleh mereka yang ingin bekerja di pertambangan.

Perusahaan tambang memiliki standar keamanan dan keselamatan yang sangat tinggi.

Setiap pekerjanya diwajibkan mengikuti aturan yang ditetapkan, yakni dalam hal penggunaan alat keselamatan kerja atau alat perlindungan diri yang lengkap.

Mulai dari helm, sepatu, kacamata, body harness, sarung tangan hingga ear plug.

Pelanggaran akan aturan kedisiplinan ini, akan berpengaruh sangat besar.

Perusahaan menerapkan zero tolerance untuk pelanggaran keamanan dan keselamatan kerja.

Karena mayoritas pengelola perusahaan tambang adalah dari berbagai belahan dunia, dan kerap berhubungan dengan negara lain, maka kemampuan berbahasa Inggris sangat mutlak dibutuhkan.

Tak hanya berkomunikasi secara langsung, namun berkomunikasi secara daring melalui email atau aplikasi pengiriman pesan lainnya.

Profesionalitas sangat dijunjung tinggi dalam budaya dan lingkungan perusahaan tambang.

Hak yang sama akan didapatkan oleh seluruh pekerja tidak memandang latar belakang seperti usia, gender ataupun pendidikan. Khususnya dalam masalah jenjang karir.

Banyak mereka yang sudah menjabat di posisi yang cukup tinggi seperti General Manager, ternyata hanya memiliki latar belakang pendidikan tingkat SMA.

Mereka-mereka ini bahkan membawahi para pekerja yang notabene berlatar belakang lebih tinggi, misalnya para sarjana.

Ada juga yang hanya lulusan SMP, setelah bekerja beberapa tahun, pensiun dengan jabatan senior supervisor.

Mental juga sangat memengaruhi kinerja sehari-hari di dunia pertambangan. Terlebih mereka yang menempati posisi sebagai pekerja lapangan.

Baca Juga: Menjaga Asa Batu Bara di Tengah Pandemi

Kondisi lingkungan dan keamanan sekitar tambang yang selama ini memiliki citra “kurang mendukung” kerap memberikan tekanan mental yang sangat tinggi kepada para pekerja.

Terlebih, lokasi tambang yang remote jauh di dalam hutan akan mudah membuat seseorang menjadi stres.