Smelter Freeport Harus Tetap Jalan

Smelter Freeport Harus Tetap Jalan

Smelter Freeport Harus Tetap Jalan
Smelter Freeport Harus Tetap Jalan

Pemerintah melalui Kementerian ESDM memastikan belum akan memberikan kelonggaran bagi Freeport untuk memundurkan target operasi smelter.

Meskipun PT. Freeport Indonesia (PTFI) sempat melayangkan surat kepada pemerintah untuk mendapatkan relaksasi dari target operasi pabrik permunian. 

Permohonan kelonggaran ini kata Freeport karena adanya pandemi Covid-19 yang membuat pembangunan terhambat. 

Sebelumnya, PTFI sudah mengajukan izin penundaan penyelesaian proyek smelter tembaga di Gresik kepada pemerintah selama satu tahun dari target awal di kuartal IV-2023.

Jika dikabulkan, maka smelter ini baru akan beroperasi di akhir tahun 2024 nanti.

Pihak PTFI masih menunggu jawaban pemerintah atas pengajuan izin penundaan penyelesaian proyek smelter tersebut. 

Dirjen Minerba Ridwan Djamaludin yang baru dilantik mengatakan belum mengetahui secara detail apa permohonan Freeport.

Hal ini nantinya akan menjadi pekerjaan rumah yang akan dia pelajari secepatnya.

Ia pun mengatakan soal hilirisasi hendaknya patuh terhadap aturan yang ada yang merupakan kewajiban dari para perusahaan tambang.

Sebelumnya, PTFI sudah mengajukan izin penundaan penyelesaian proyek smelter tembaga di Gresik kepada pemerintah selama satu tahun dari target awal di kuartal IV-2023.

Jika dikabulkan, maka smelter ini baru akan beroperasi di akhir tahun 2024 nanti.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Kejar Target Investasi Minerba

Berdasarkan evaluasi per Januari 2020, proyek smelter tembaga PTFI sudah berjalan hingga 4,88%. Atau lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan perusahaan ini sebesar 4,09 persen.

Adapun tahapan yang sudah diselesaikan PTFI sejauh ini antara lain proses pematangan lahan atau ground improvement serta perencanaan pra-proyek atau Front End Engineering Design (FEED).