Smelter Freeport di Gresik

Smelter Freeport di Gresik

Smelter Freeport di Gresik
Smelter Freeport di Gresik

Berdasarkan data Kementerian ESDM per Januari 2020, proyek smelter tembaga PTFI sudah berjalan hingga 4,88%.

Lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan perusahaan ini sebesar 4,08 persen.

Pembangunan smelter atau pemurnian tambang mineral PT. Freeport Indonesia (PTFI) di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, ditargetkan akan beroperasi pada 2023.

Namun karena pandemi covid-19 membuat pelaksanaan proyek ini tersendat.

PTFI meminta tenggat waktu tambahan untuk menyelesaikan pembangunan smelter kedua di kawasan yang sama. 

Beberapa masalah lainnya selain covid-19, yang juga menghambat penyelesaian smelter Freeport diantaranya; perizinan, pendayaan, pasokan energi, insentif keuangan.

Serta hal lainnya meliputi Moratorium IUP, kepastian hukum, dan keamanan operasi.

Untuk mengatasinya, Kementerian ESDM telah melakukan fasilitasi terhadap pembangunan smelter dengan menyusun program Quick Win.

Adapun solusi yang ditawarkan yakni agar proyek ini dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional. Ini untuk mempermudah proses perizinannya.

Sehingga proyek pembangunan smelter sebahai upaya meningkatkan nilai tambah pertambangan RI bisa dapat diotimalkan.

Sebagai informasi, skala manfaat ekonomi yang didapat dari pembangunan smelter sangatlah besar dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan daerah.

Baca Juga: PT Petrosea Tbk Siap Buyback Saham

Proyek smelter ini telah menyerap 5,2 ribu hingga 36 ribu tenaga kerja.

Sementara loss potensial negara diperkirakan mencapai USD 2,3 miliar.

Serta potensi tambahan pemasukan bagi negara yang berasal dari industri hilir mencapai USD 2,5 miliar hingga USD 20,7 miliar.