SKK Migas Atur Strategi Kejar Target Lifting Minyak

SKK Migas Atur Strategi Kejar Target Lifting Minyak

SKK Migas Atur Strategi Kejar Target Lifting Minyak
SKK Migas Atur Strategi Kejar Target Lifting Minyak

Demi menjaga kinerja dan mencapai target produksi minyak dalam negeri, Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan enam strategi agar target produksi siap jual atau lifting migas 2020 dapat tercapai pada masa pandemi Covid-19 dan rendahnya harga minyak dunia.

Melalui Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, SKK Migas menyampaikan strategi ini merupakan hasil pemikiran serta diskusi antara SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Berdasarkan evaluasi kinerja hulu migas selama masa pandemi Covid-19, kami telah merumuskan beberapa strategi yang visible untuk dilakukan di sisa 4 bulan ke depan,”.

Strategi pertama adalah optimasi lifting serta mempersingkat waktu planned shutdown lapangan utama migas yaitu Lapangan Banyu Urip yang dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL).

“Per 12 Agustus produksi Banyu Urip sudah mencapai 228 ribu barel minyak per hari (bph). Kami sedang mengupayakan kemampuan lifting agar dapat mengakomodir kenaikan produksi tersebut. Kami bersama EMCL juga mengusahakan agar planned shutdown yang dilakukan di September ini dapat dilakukan secara optimasi, sekitar 9 hari,” papar Susana.

Strategi kedua ialah melakukan akselerasi sebelas sumur pengeboran di Wilayah Kerja Rokan pada Kuartal IV 2020.

Baca Juga: Harga Batu Bara Tak Terbendung

SKK Migas saat ini mengusahakan agar Head of Agreement antara Chevron Pacific Indonesia dan SKK Migas dapat segera diselesaikan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pengeboran tersebut.