Sinyal Damai Perang Dagang, Harga Minyak ‘Unjuk Gigi’

Mengutip Antara, harga minyak berjangka Brent naik sebesar 1,6 persen atau US $1,02 per barel ke level US $65,22 per barel. Kemudian, harga minyak WTI melesat 1,5 persen atau US $0,89 per barel menjadi US $60,07 per barel.

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat (13/12). Kenaikan harga minyak dunia ini dipicu oleh kesepakatan damai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Kesepakatan perang dagang antara AS dan China disambut positif oleh pasar. Pemerintah AS berkomitmen untuk mengurangi beberapa tarif bea impor terhadap produk China. Sebagai gantinya, China akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan dari AS.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan China setuju untuk membeli produk pertanian AS senilai US$32 miliar selama dua tahun ke depan. Kesepakatan perdagangan AS dan China ini akan diteken pada pekan pertama Januari 2020.

Sementara, pejabat China tak memberikan pernyataan terkait jumlah produk pertanian yang akan dibeli dari AS.

Baca juga: Sektor Tambang Naik Tinggi, IHSG Sesi I Menguat 28 Poin

“Sepertinya Presiden AS Donald Trump mendapatkan kesepakatan perdagangan tepat waktu untuk Natal,” ucap Analis Price Futures Group Phil Flynn, dikutip Senin (16/12).

Selain kesepakatan perang dagang, pergerakan harga minyak juga dipengaruhi oleh pemilihan umum (pemilu) di Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berhasil menang telak dalam pemilu yang digelar Kamis (12/12) kemarin.

Pasar menilai kemenangan Johnson akan berpengaruh pada proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Ketidakpastian Brexit selama ini juga menekan harga minyak.

Sebagai informasi, minyak bertengger di teritori positif pada perdagangan sebelumnya, yakni Kamis (12/12). Tercatat, minyak Brent naik sebesar US $0,48 per barel ke level US $64,2 per barel dan WTI meningkat US $0,42 per barel menjadi US $59,18 per barel.