Shell Cabut, Pertamina Lirik Masela

Shell Cabut, Pertamina Lirik Masela

Shell Cabut, Pertamina Lirik Masela
Shell Cabut, Pertamina Lirik Masela

Shell berencana hengkan dari kepemilikan hak partisipasi di proyek gas Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku akhirnya turut ditanggapi oleh Inpex selaku operator blok ini.

Pihak Shell telah melakukan penghitungan ulang mengenai keterlibatan mereka di proyek tersebut.

Kurang kompetitifnya proyek ini dibandingkan dengan portofolio proyek Shell di negara lain menjadi salah satu penyebabnya.

Meskipun demikian, rencana hengkangnya Shell itu bukanlah sesuatu yang luar biasa. Peristiwa pelepasan saham di bisnis hulu migas adalah hal biasa.

Semua pihak mendorong kelancaran proses divestasi, termasuk mengenai pembukaan sejumlah data seperti data seismik, sumur ataupun data komersial.

Dalam proses ini, Shell masih wajib terlibat sebagai bagian dari konsorsium.

Saat ini Shell memiliki 35% hak partisipasi, sedangkan sisanya 65% dimiliki oleh Inpex Masela.

Proyek senilai US$ 19,8 miliar ini ditargetkan memproduksi 1.600 juta kaki kubik per hari (mmscfd) gas.

Ini setara 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa) dan gas pipa 150 mmscfd serta 35.000 barel minyak per hari.

Proyek ini diharapkan bisa beroperasi pada kuartal kedua 2027.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membuka ruang terhadap PT. Pertamina (Persero) jika berminat menggarap Blok Masela. 

Pertamina pernah menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan proyek lapangan abadi yang terletak di Kepulauan Tanimbar, Maluku tersebut.

Baca Juga: 3 Faktor Penggoyang Harga Minyak Dunia

Kalau Pertamina berminat, dipersilakan open data, analisa, dan serahkan proposal. Shell tidak dipaksa untuk jual ke Pertamina.

Pertamina diharapkan masuk, bukan penugasan yang terjadi tapi proses tender sebagai investor.

Pertamina harus menyampaikan minatnya untuk mengikuti tender divestasi 35% saham yang akan dilepas oleh Shell.