Serap Gas Masela, PLN Ingin Upayakan Konversi Energi

Pasca serap gas produksi dari Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi di Blok Masela, PLN menyatakan komitmen untuk konversi energi pada sejumlah pembangkit miliknya.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan komitmen ini menandai dimulainya konversi bahan bakar pembangkit-pembangkit milik PLN ke energi bersih.

Serap-Gas-Masela,-PLN-Ingin-Upayakan-Konversi-Energi
Serap Gas Masela, PLN Ingin Upayakan Konversi Energi

Zulkifli menjelaskan, MoU tersebut mempertimbangkan beberapa hal seperti, jumlah kebutuhan riil PLN, harga gas yang ekonomis pada plant gate PLN. Hal ini diharapkan memberikan kontribusi dalam menurunkan biaya pokok pembangkitan (BPP).

“Salah satu fokus PLN ke depan adalah Menurunkan BPP (Biaya Pokok Penyediaan) dan seperti yang kita ketahui bersama, biaya yang mempengaruhi BPP tertinggi adalah biaya bahan bakar,” ujar Zulkifli pasca penandatanganan MoU di jakarta, Rabu malam (19/2).

Baca Juga : Pemerintah Targetkan Investasi Energi Terbarukan

Zulkifli menambahkan, langkah konversi ke energi bersih seperti LNG juga dapat meningkatkan efisiensi bagi pihak PLN. Hal ini dikarenakan kondisi harga gas saat ini yang disebut lebih murah dibanding Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kondisi saat ini, harga gas (LNG) yang lebih murah dibandingkan BBM memungkinkan PLN untuk meningkatkan efisiensi pada penyediaan bahan bakar dengan mengkonversi energi yang mahal (BBM) ke energi yang lebih murah, khususnya dalam kerja sama ini adalah konversi BBM menjadi Gas (LNG),” lanjut Zulkifli.

Menurut Zulkifli, saat ini tercatat ada 2. 246 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 23 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan 46 Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) yang direncanakan akan dikonversi.

PLN juga sudah melakukan inventarisasi pembangkit listrik diesel yang beroperasi lebih dari 15 tahun. Terdapat potensi lebih dari 2. 200 unit PLTD dengan total kapasitas sekitar 1,78 Gigawatt (GW) di 29 provinsi untuk diganti dengan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT).

PLTD dan PLTGU Kemungkinan Dikonversi dengan EBT

Selain mengkonversi PLTD tersebut, PLN juga menginventarisir PLTU dan PLTGU yang telah beroperasi di atas 20 tahun untuk ditinjau ulang kemungkinan dikonversi dengan pembangkit EBT.

Sebaran PLTU yang telah berusia lebih dari 20 tahun tersebut. Tercatat sebanyak 23 PLTU tersebar di tujuh provinsi dengan total kapasitas terpasang sebesar 5. 655 MW.

Sedangkan untuk PLTGU, tercatat sebanyak 46 unit dengan total kapasitas terpasang sebesar 5.912,17 MW tersebar di 5 Provinsi.