Sentimen Virus Corona Masih Warnai Harga Minyak

Virus corona yang merebak di berbagai belahan dunia masih menghantui harga minyak dunia.

Harga minyak mentah dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (29/1), waktu Amerika Serikat (AS). Pasar mengkhawatirkan penyebaran Virus Corona dan kelebihan persediaan minyak mentah AS, namun dapat diimbangi dengan pembicaraan OPEC terkait perpanjangan potongan produksi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 30 sen atau 0,5 persen menjadi US$59,81 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun 15 sen sen atau 0,3 persen ke level US$53,33 per barel.

Namun, analis memprediksi harga minyak segera balik arah (rebound) setelah anjlok 14 persen atau jauh lebih banyak daripada kejatuhan pasar saham.

Sentimen-Virus-Corona Masih-Warnai-Harga-Minyak
Sentimen Virus Corona Masih Warnai Harga Minyak

Baca Juga : 5 Jurusan dengan Prospek Berkarier di Perusahaan MIGAS

Akibat virus corona, maskapai-maskapai utama seperti American Airlines, British Airways, dan Lufthansa telah menangguhkan penerbangan langsung ke dan dari China daratan. Imbasnya, permintaan bahan bakar jet di Asia merosot karena pengurangan penerbangan itu.

“Menyusul merebaknya Virus Corona, pasar komoditas menderita dari aksi jual teknis,” kata Manajer Portofolio Senior Vontobel Asset Management Michel Salden.

Di sisi lain, Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS tumbuh lebih dari prediksi pada pekan lalu. Persediaan minyak mentah AS naik 3,5 juta barel dalam sepekan pada 24 Januari. Sementara stok bensin naik selama 12 minggu berturut-turut ke level tertinggi sepanjang masa di 261,2 juta barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) ingin memperpanjang pengurangan produksi, yang direncanakan hingga akhir Maret menjadi Juni 2020. OPEC juga membuka kemungkinan memperdalam pengurangan jika permintaan minyak di China turun secara signifikan akibat virus corona.

“Apakah pembatasan pasokan OPEC yang lebih dalam akan memberikan obat mujarab untuk kelesuan pasar minyak saat ini? Mungkin tidak,” kata Stephen Brennock dari broker minyak PVM.