Sempat Menguat! Harga Batu Bara Kini Terkoreksi 3%

Must read

Sempat menguat di level US$ 100,85 per metrik ton pada Kamis (13/5/2021), harga batu bara  termal ICE Newcastle kembali terkoreksi 3% dan harga kontrak batu bara termal yang aktif ditransaksikan pun turun ke bawah US$ 100/ton. 

Kini harga batu bara berada di US$ 98,2/ton. Padahal pekan lalu harga batu bara sempat terangkat di level US$ 104,65/ton. Tembusnya harga batu bara ke atas US$ 100/ton merupakan hal yang bagus. Keadaan tersebut membuat adanya peluang harga batu bara membentuk pola baru. 

Penurunan yang terjadi saat ini sebenarnya merupakan hal yang lumrah. Pasalnya harga yang reli tak mungkin naik terus-menerus. Ada saatnya trader mulai merealisasikan keuntungannya. 

Kendati demikian, keadaan ini tampaknya tak akan menimbulkan kekhawatiran. Bahkan, diprediksi harga batu bara tidak akan anjlok dalam seperti tahun 2020 lalu.  Hal ini didukung oleh adanya prospek pemulihan ekonomi di tahun ini.  

Walaupun India sedang kewalahan menghadapi lonjakan kasus pandemi Covid-19 yang membuat impornya cenderung anjlok, harga batu bara diperkirakan masih akan kuat. Salah satu pemicunya adalah permintaan yang solid dari China. 

Seperti yang diketahui, hingga saat ini Negeri Panda belum berhasil lepas dari permasalahan ketatnya pasokan domestik. Sebenarnya produksi batu bara China sudah naik beberapa bulan terakhir. 

Namun kenaikan permintaan yang lebih tinggi membuat harganya pun tetap menjulang. Terakhir minggu lalu, harga batu bara termal acuan China Qinhuangdao sudah mendekati RMB 1.000/ton. 

Baca Juga : Tahan Banting! Harga Batu Bara Kuat meski Covid India Tinggi

Kenaikan harga batu bara China yang tinggi inilah yang membuat harga batu bara global juga ikut terangkat. Kenaikan harga batu bara termal sebulan terakhir juga akan mengerek harga batu bara acuan (HBA) Indonesia untuk bulan Juni nanti. HBA berpeluang tembus ke US$ 90/ton. 

Menurut Pendapat Kamu ?

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article