Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi
Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Di tengah tekanan pandemi COVID-19, dunia pertambangan menjadi penyangga utama stabilitas perekonomian NTB.

Pemerintah mengakui akui sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan, serta konstruksi mampu beraktivitas secara optimal.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), realisasi investasi dan produktivitas dari sektor pertambangan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian NTB.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), H Mohammad Rum, dari total investasi yang sudah masuk ke NTB pada Triwulan pertama (TW I), sebanyak 50 persen berasal dari sektor pertambangan.

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB.

Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB.

Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.

Tambang Batu Hijau milik Amman Mineral menjadi kontributor utama pada pertumbuhan sektor pertambangan di NTB.

Di masa pandemi COVID-19, produktivitas Amman Mineral justru meningkat, melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam upaya melindungi karyawannya.

Baca Juga: Pasokan Batu Bara Aman

Pada periode tersebut, Amman Mineral berhasil meningkatkan produktivitas termasuk produksi listrik, tertinggi sejak tahun 1999, produktivitas operasional shovel hingga 46 persen dan truk hingga 25 persen.