Sektor Tambang Topang Ekonomi Kawasan Indonesia Timur

Sektor Tambang Topang Ekonomi Kawasan Indonesia Timur
Sektor Tambang Topang Ekonomi Kawasan Indonesia Timur

Perekonomian di kawasan Indonesia timur dinilai memiliki daya tahan selama pandemi Covid-19, sebab selama ini ditopang oleh potensi sumber daya alam dan ada peningkatan nilai tambah dari industri pertambangan.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia dalam “Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2020” menyebutkan, perekonomian di kawasan timur mampu bertahan selama pandemi ini karena didukung oleh kinerja ekspor tambang yang bernilai tambah. 

Kawasan Timur Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang kaya akan barang-barang tambang, seperti nikel dan tembaga. Dalam beberapa tahun terakhir saja, kawasan ini mampu meningkatkan nilai tambah dari komoditas tambangnya menjadi barang manufaktur yang mempunyai nilai tambah.

Sebagai contoh, nikel telah berhasil diolah menjadi produk industri logam dasar, terutama besi baja. Selain itu, peningkatan nilai tambah ekspor juga dilakukan dengan penanaman modal asing yang menjadi bagian dari rantai pasokan global (global value chain).

Reformasi struktural yang telah dilakukan telah membantu komoditas ekspor dari kawasan ini tetap berdaya saing. Hal ini sesuai dengan kebutuhan negara terkait penanam modal.

Keterkaitan komoditas ekspor dengan rantai produksi global dan strategi penanaman modal juga menyebabkan hasil ekspor memiliki kepastian permintaan dari negara asal investor. Sehingga berdampak pada kesinambungan investasi dalam jangka panjang. 

Baca Juga : Harga Batu Bara Terkoreksi ke US$ 82/ton

Selain itu, kawasan Indonesia Timur juga disinyalir menjadi wilayah yang cocok untuk target hilirisasi industri pertambangan. 

Proyek hilirisasi, termasuk gasifikasi batu bara di dalamnya, selain membuat barang tambang mempunyai nilai tambah juga perusahaan yang mengelolanya akan mendapatkan fasilitas stimulus fiskal dari pemerintah.