Sektor Pertambangan Dibayangi Kredit Bermasalah

Sektor Pertambangan Dibayangi Kredit Bermasalah

Sektor-Pertambangan-Dibayangi-Kredit-Bermasalah
Sektor Pertambangan Dibayangi Kredit Bermasalah

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kredit bermasalah sektor pertambangan meningkat signifikan pada Mei 2020 dengan besaran 5,03 persen.

Kredit pada sektor pertambangan dihadapkan pada rasio kredit bermasalah yang tinggi dan rendahnya restrukturisasi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kredit bermasalah sektor pertambangan meningkat signifikan pada Mei 2020 dengan besaran 5,03 persen. Di satu sisi, restrukturisasi sektor tersebut tercatat menurun 23,84 persen pada Mei 2020.

Berdasarkan catatan Bisnis, harga komoditas logam seperti nikel, timah, dan alumunium terpantau menurun. Begitu juga dengan harga batu bara yang masih menunjukkan pelemahan.

Misalnya, harga tembaga yang sejak awal tahun hingga pertengahan Juni lalu tergerus 7,22 persen dan sempat menyentuh kevel terendah senilai US$4.630 per metrik ton pada 24 Maret 2020.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Pertambangan Diramal Seret

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan sektor pertambangan sudah terpuruk jauh sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Sektor pertambangan pun belum bangkit ketika harus dihantam oleh perang harga minyak dan pandemi Covid-19.