Sejumlah Emiten Tanggapi Positif Kebijakan DMO Batubara

DMO Batubara
Sejumlah Emiten Tanggapi Positif Kebijakan DMO Batubara

Sebagai informasi, target DMO Batubara sebesar 155 juta ton di tahun 2020 mendatang lebih tinggi dari target DMO di tahun ini sebesar 128 juta ton. Di samping itu, pemerintah juga menetapkan harga batubara khusus DMO di level US $70 per ton di tahun depan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target volume domestic market obligation (DMO) batubara sebanyak 155 juta ton pada tahun 2020 nanti. Sejumlah emiten turut menanggapi kebijakan DMO dari pemerintah untuk tahun depan.

Lebih jauh, pemerintah juga menawarkan perubahan aturan sanksi DMO. Saat ini, perusahaan yang gagal memenuhi kewajiban DMO akan dikenai sanksi pengurangan produksi. Sedangkan perusahaan yang sanggup melampaui kuota DMO maka akan diberi reward peningkatan produksi.

Adapun untuk tahun depan, pemerintah memberi opsi sanksi berupa denda kepada perusahaan yang tidak mampu memenuhi kuota DMO. Sebaliknya, akan ada insentif bagi perusahaan yang sukses melampaui kuota wajib DMO.

Kebijakan DMO Batubara PT Bumi Resources Tbk

Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava mengaku, pihaknya tidak ambil pusing dengan berbagai opsi mekanisme kebijakan DMO dari pemerintah. Meski ada kemungkinan beberapa poin kebijakan DMO berubah, emiten berkode saham BUMI tersebut tetap akan mematuhi peraturan pemerintah.

BUMI juga yakin dapat memenuhi kewajiban DMO seutuhnya dan tidak mempermasalahkan penetapan harga DMO sebesar US $70 per ton dari pemerintah.

Pasalnya, BUMI yang berbekal tiga aset tambangnya yaitu Kaltim Prima Coal, Arutmin Indonesia, dan Pendopo Energi Batubara dikenal sebagai produsen batubara terbesar di Indonesia. Tak heran, perusahaan diharapkan selalu mampu memenuhi atau bahkan melampaui kuota DMO di tiap tahunnya.

Baca juga: Harga Batu Bara Acuan Naik Tipis di Akhir Tahun ke Level USD 66,30/Ton

Pasalnya, BUMI yang berbekal tiga aset tambangnya yaitu Kaltim Prima Coal, Arutmin Indonesia, dan Pendopo Energi Batubara dikenal sebagai produsen batubara terbesar di Indonesia. Tak heran, perusahaan diharapkan selalu mampu memenuhi atau bahkan melampaui kuota DMO di tiap tahunnya.

Dileep percaya, tingkat produktivitas BUMI yang tergolong tinggi akan sejalan dengan peningkatan permintaan batubara domestik. “Kami memberikan prioritas tertinggi kepada pasar domestik untuk memenuhi kewajiban DMO,” kata dia kepada Kontan, Kamis (12/12).

Kebijakan DMO Batubara PT Golden Energy Mines Tbk

Selain BUMI, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) juga menanggapi positif kebijakan DMO untuk tahun depan. Sekretaris Perusahaan GEMS Sudin Sudirman berpendapat, pihaknya masih menganggap wajar harga DMO sebesar US $70 per ton yang ditetapkan pemerintah di tahun depan.

Dia juga optimistis GEMS akan mampu memenuhi kewajiban DMO baik di tahun ini maupun di tahun-tahun berikutnya. “Kebetulan batubara produksi GEMS sangat cocok dengan kebutuhan domestik, sehingga kami tidak mengalami kesulitan untuk memenuhi DMO sejak 2018 hingga sekarang,” ungkapnya, hari ini.

Kebijakan DMO – PT Indika Energy Tbk

Sementara itu, Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY) Leonardus Herwindo belum berkomentar banyak soal kebijakan DMO di tahun depan. Apalagi, opsi mekanisme kebijakan DMO yang ditawarkan pemerintah sebenarnya belum pasti dan masih perlu didiskusikan lebih lanjut.

Terlepas dari itu, INDY akan terus berupaya agar mampu memenuhi kuota DMO dari waktu ke waktu. “Sampai akhir tahun ini realisasi DMO perusahaan diperkirakan akan melampaui 25%,” imbuh dia.